Polisi Tetapkan Pejabat BP Migas Tersangka Korupsi

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI menetapkan seorang tersangka dalam kasus dana perjalanan fiktif Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Polisi telah menaikkan status penyelidikan kasus anggaran 2010-2011 itu ke tingkat penyidikan. "Tersangka dengan inisial EMS, dia pejabat terkait pengelolaan dana perjalanan BPH Migas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar saat ditemui di kantornya, Jumat, 10 Agustus 2012.

Boy menyatakan, Polri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ke Kejaksaan Agung pada 9 Agustus 2012.

EMS diduga membuat laporan perjalanan fiktif untuk dua tahun anggaran. Pada 2010, total anggaran perjalanan yang diduga dikorupsi sebesar Rp 2,6 miliar. Sedangkan pada 2011, EMS diduga mengkorupsi anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 938 juta.

Dalam kasus ini, Polri sudah memeriksa sebanyak 11 saksi yang di antaranya ada empat perusahaan maskapai. Perjalanan fiktif ini diduga menggunakan nama empat maskapai yang masih belum mau disebut oleh Boy.

"Empat maskapai tersebut belum pasti terlibat dan jadi tersangka, kami masih mengembangkan kasus ini," kata Boy. Atas tindakannya, EMS dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

FRANSISCO ROSARIANS

Berita terpopuler lainnya:

Polisi Fokus Usut Jejak Vendor Vaksin Flu Burung

Diam-diam KPK Periksa Saksi Simulator SIM

KPK Akui Ada Setoran Rp 1,2 Miliar ke Siti Fadilah

Kejaksaan Agung Tak Tahu Keberadaan Joko Tjandra 

Polisi Tak Akan Jadikan Djoko Susilo Tersangka 

Umat Buddha Minta KPK Tak Tahan Hartati Murdaya

Polri Periksa Mantan Sekretaris Djoko Susilo

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.