Polisi Tetapkan Tiga Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Konvoi di Brebes

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Jateng tetapkan tiga tersangka terkait kasus konvoi yang dilakukan oleh kelompok khilafatul muslimin di Brebes. Penetapan tersangka setelah memeriksa beberapa saksi ahli agama, saksi ahli pidana, saksi ahli bahasa, dan mereka bakal terancam hukuman 15 tahun penjara karena melakukan penyebaran hoaks atau percobaan makar kepada masyarakat.

"Karena ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara, tiga tersangka langsung kami tahan. Tiga tersangka merupakan orang yang bertanggung jawab atas kegiatan konvoi khilafatul muslimin di Brebes," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Senin (6/6).

Tiga tersangka punya peran masing masing di antaranya Ghozali Ipnu Taman sebagai pimpinan cabang jemaah khilafatul muslimin, Dasmad sebagai pimpinan ranting khilafatul muslimin, dan Adha Sikumbang pimpinan ranting khilafatul muslimin. Modus operandi mereka yakni dengan menyelenggarakan konvoi kendaraan roda dua dan menyebar pamflet berupa maklumat yang memuat berita bohong dan membuat keonaran di masyarakat.

"Mereka ini diajak konvoi membagikan brosur tentang ajakan umat islam Kabupaten Brebes untuk mengikuti ideologi khilafah," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara anggota kelompok khilafatul muslimin di Brebes ini aktif sejak 2019 dan punya kantor sekretariat. Adapun kelompok ini punya anggota aktif dan mengajak konvoi rutin sekitar 50 orang dengan mengendarai motor tiap bulan.

"Jadi semenjak kontraknya diputus tidak punya kantor. Sekarang kegiatan rutinnya hanya jalan jalan mengunjungi jamaah dan para simpatisannya, mereka juga iuran," ujarnya.

Ditanya kelompok khilafatul muslimin ini ada kaitannya dengan teroris, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail. Sedangkan terkait dugaan sementara sistem perekrutan anggotanya sendiri, dengan sistem baiat.

"Nanti dari densus saja yang bisa menyampaikan. Kelompok ini embrio dari HTI, ada kemungkinan kelompok ini berpotensi berkembang di daerah lain," jelasnya.

Para tersangka dikenakan pasal Pasal 14 ayat 1 dan atau 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau 107 jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara 11.

"Kita imbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan ajakan mengganti ideologi pancasila dengan ideologi Khilafah. Sudah ada kesepakatan dari para pendiri bangsa termasuk tokoh-tokoh agama, bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan pancasila," pungkasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel