Polisi Tewas Ditusuk Kelompok Pemalak di Papua

TEMPO.CO, Jakarta- Seorang anggota Kepolisian Sektor Angkaisera, Kampung Aikiri, Kabupaten Kepulauan Yapen, Bripka Jefri Sesa, tewas ditusuk kelompok tak dikenal dalam penyerangan di kompleks perumahan Polsek Angkaisera, Sabtu 27 April 2013. 

Insiden sekitar pukul 01.30 WIT itu menewaskan Bripka Jefri Sesa dengan luka tusuk di bagian dada. »Itu kelompok yang sering melakukan pemalakan dan perampasan terhadap perusahaan-perusahaan disana, mereka bukan OPM,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar I Gede Sumerta, Sabtu malam.

Ia mengatakan, kronologis penusukan bermula ketika 10 orang mendatangi rumah Bripka Jefri Sesa dan menganiaya istri serta iparnya. Korban yang tidak menerima kemudian melakukan perlawanan. »Nah saat itu korban ditusuk dan meninggal di tempat, sementara istri dan iparnya mengalami luka serius dan masih dirawat,” ujarnya.

Setelah beraksi, kelompok yang dipimpin oleh seorang berinisial RO ini langsung kabur. Mereka juga merampas senjata korban. Kelompok RO dikenal beringas karena pernah melakukan penyanderaan pada 13 Maret 2013. »Kelompok RO juga menyerang rumah dari Brigpol Lamek Matui, tapi karena mendapat serangan balasan, kelompok ini lari,” kata I Made.

Motif penyerangan kata Made adalah usaha balas dendam kepada pihak kepolisian. »Mereka ini yang menyandera sejumlah karyawan perusahaan bulan lalu, nah ketika itu polres melakukan pengamanan, karena mereka sudah tidak bisa lagi memeras dan memalak, jadi akhirnya sasarannya polisi,” kata Made.

Tidak lama setelah peristiwa, polisi dipimpin Kapolres Kepulauan Yapen Ajun Komisaris Besar Ruddy Tan melakukan pengejaran. »Kemudian ditangkap salah seorang pelaku dengan inisial YB, pelaku ini sesuai dengan keterangan dari istri Jefri,” ucapnya.

JERRY OMONA

Topik Terhangat:

Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:

Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara

Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur

Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje

Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.