Polisi Tunggu Audit BPK soal Kerugian Negara Kasus Asabri

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, penyidik masih menunggu hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kerugian negara atas kasus dugaan korupsi PT Asabri.

“Bahwasanya terkait kerugian negara, penyidik masih menunggu hasil audit dari BPK RI,” kata Awi di Mabes Polri pada Rabu, 11 November 2020.

Menurut dia, penyidik telah menemukan barang bukti dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi yakni berupa hasil audit internal terkait kegiatan yang dilakukan Asabri.

“Dimungkinkan akan berakibat terkait kerugian negara, namun sekali lagi itu adalah barang bukti. Jadi kami masih menunggu hasil audit BPK, tim masih bekerja. Nanti bagaimana hasilnya terkait kerugian negara itu akan kita sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan korupsi Asabri sudah naik ke tahap penyidikan yang ditangani oleh Bareskrim Polri. Ternyata, ada tiga laporan dalam kasus dugaan korupsi Asabri yang diproses polisi.

Laporan pertama teregistrasi dengan nomor LP:A077/II/2020 Dittipideksus tanggal 7 Februari 2020. Penyidik telah memeriksa 43 saksi dan menyita empat laporan keuangan serta empat dokumen.

Laporan kedua teregistrasi dengan nomor LP:A0175/III/ Bareskrim tanggal 24 Maret 2020. Dalam laporan ini penyidik memeriksa enam orang saksi.

Laporan ketiga dibuat di Polda Metro Jaya dengan nomor registrasi LP:63/I/25/2020 SPKT PMJ tanggal 15 Januari 2020. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sudah memeriksa 94 orang saksi.

Jika ditemukan tersangka dalam kasus ini, akan dijerat Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 21 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Baca juga: Jenderal Sutanto, Kapolri Teman Seangkatan SBY yang Kontroversial