Polisi Ungkap 82 Kasus BBM Ilegal di Jambi, 2 Unit Kapal dan Puluhan Mobil Disita

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi mengungkap 82 kasus pengeboran dan perdagangan bahan bakar minyak (BBM) ilegal sejak Januari sampai Agustus 2022. Sebanyak 111 orang tersangka ditangkap terkait kasus-kasus itu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory mengatakan, pengungkapan kasus itu sesuai perintah Kapolri untuk melakukan menindak para pelaku illegal drilling maupun penyelewengan BBM bersubsidi. "Sejak Januari kita melakukan penindakan. Kurang lebih 82 kasus yang sudah kita ungkap. Kita menangkap atau mengamankan 111 tersangka,"katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari 82 kasus itu, sebanyak 165.202 liter BBM, 12 unit truk, 1 unit truk roda 12, 38 mobil minibus, 8 truk tangki, 27 unit sepeda motor, dan 2 unit kapal tugboat, serta 111 orang tersangka.

Modus Penyelewengan

Dari 82 kasus, ada 36 kasus penindakan terhadap penyelewengan BBM bersubsidi, yakni solar bersubsidi. Dari 36 kasus ini, 40 tersangka yang amankan.

"Kita menemukan beberapa modus mereka mengambil kendaraan yang sudah dimodifikasi. Kemudian mereka membeli minyak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Setelah dikumpul minyak tersebut mereka jual untuk kegiatan pengangkutan batu bara maupun masyarakat pengguna lainnya. Harganya jauh di bawah harga minyak industri. Mereka mencari keuntungan dari penjualan BBM solar yang seharusnya tidak digunakan untuk kegiatan industri," jelas Tory.

Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan BBM bersubsidi sesuai peruntukannya. Kegiatan pertambangan, perkebunan atau industri dilarang menggunakan BBM bersubsidi.

"Saya minta kepada masyarakat yang mempunyai kegiatan mengambil minyak subsidi, kemudian dijual kembali untuk kegiatan industri. Tentu ini merugikan. Tolong dihentikan. Jika ditemukan, akan kami tindak," tutupnya.

Reporter: Hidayat. [yan]