Polisi Ungkap Alasan Tak Sekat 'Jalur Tikus' ke Jakarta

·Bacaan 1 menit

VIVAPolda Metro Jaya mengungkap alasan tidak menyekat “jalur tikus” dari daerah penyangga menuju ke DKI Jakarta. Hal itu lantaran dinilai tidak efektif.

Polisi menyebut muara dari “jalur tikus” tersebut akan berada di ruas jalan dalam kota yang sudah dilakukan penyekatan. Sehingga, penyekatan dirasa tidak perlu dilakukan pada “jalur tikus”.

"Kami sudah petakan semua ‘jalur tikus’ dan kami berupaya untuk memang menutup “jalur-jalur tikus” tersebut," ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 14 Juli 2021.

Polisi mengaku telah mempelajari soal “jalur tikus” ini sebelum pada akhirnya mengambil keputusan tidak menutupnya. Kata polisi, terlalu banyak “jalur tikus” yang ada yang mengarah ke Jakarta. Maka, hal ini juga jadi salah satu pertimbangan penutupan tidak dilakukan. "Tapi setelah kami pelajari bersama terlalu banyak ‘jalur tikus’ yang kami tutup," katanya.

Lebih lanjut Sambodo menegaskan pada warga yang coba mengadali titik penyekatan lewat jalur tikus akan percuma. Sehingga, dia mengimbau warga untuk tidak perlu melakukan hal tersebut

"Jadi mereka terserah mau lewat ‘jalan tikus’ manapun, tapi begitu masuk ke tengah kota jalan itu yang kami sekat. Karena kalau menyekat ribuan ‘jalur tikus’ enggak mungkin juga, tidak efektif. Jadi lewat jalan manapun ketika masuk ke dalam kota, jalan-jalan tadi yang kami tutup," ujar dia.

Baca juga: Titik Penyekatan Ditambah di Jadetabek, Hanya Nakes Boleh Melintas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel