Polisi Ungkap Anak Korban Penculikan Eks Napiter Ditanamkan Rasa Benci Kepada Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi terus menyelidiki kasus penculikan belasan anak di kawasan Bogor dan Jakarta dilakukan mantan narapidana teroris berinisial ARA (27). Hasil penyelidikan polisi terungkap bahwa ada upaya menanamkan rasa benci terhadap negara dilakukan pelaku kepada para korban.

"Ada upaya-upaya untuk menanamkan kebencian terhadap pemerintah," kata Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin saat dikonfirmasi, Jumat (13/5).

Iman mengatakan, upaya itu dilakukan ARA saat para korban berada di bawah kekuasannya di suatu tempat. Namun polisi belum secara rinci menjabarkan upaya menanamkan rasa benci dilakukan pelaku terhadap para korban.

"Seperti contoh yang disampaikan kepada si korban itu pada saat si korban ikut gitu. Kemudian dikumpulkan kan si tersangka ini mengaku sebagai anggota polisi kemudian si korban ini diamankan karena tidak menggunakan masker," kata Iman.

"Nah disebutkan, kamu tidak menggunakan masker saja ditangkap sama negara, makanya dibilang sama tersangka ini negara itu seperti ini," sambungnya.

Menurut dia, pelaku tak cuma menanamkan rasa benci terhadap pemerintah kepada korban. ARA juga turut mengajarkan anak-anak yang masih di bawah umur ini pemahaman agama yang menyimpang.

"Kemudian diberikan pemahaman-pemahaman yang keliru tentang agama oleh yang bersangkutan kepada para korban tersebut. Ya dia sebutkan misalnya ayat ini ayat ini kan, tapi dia berikan dengan sudut pandang yang keliru bagi para korban ini," bebernya.

Pelaku Mantan Napi Teroris

Pelaku sebelumnya ditangkap Polres Jakarta Selatan dan Polres Bogor. Hasil penyelidikan diketahui, warga Kota Depok, ini merupakan mantan terpidana terorisme dan pernah menjalani pelatihan di Poso selama 7 bulan.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, ARA menculik anak berusia antara 10-14 tahun yang semuanya laki-laki, di Kabupaten Bogor, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Tangerang Selatan.

"Dari yang bersangkutan, kami berhasil menyelamatkan 10 orang anak yang saat ini sedang berada di wilayah Senayan, Jakarta Selatan," kata Iman, dalam keterangan persnya, Kamis (12/5).

Penangkapan ARA diawali adanya laporan masyarakat mengenai hilangnya bocah di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

"Awal memang dari laporan yang kami terima itu di Kemang, ada satu orang yang dibawa dari 5 orang yang diambil oleh tersangka itu empat orang dikembalikan kemudian satu orang dibawa," kata Iman.

Modusnya, ARA berpura-pura menjadi polisi dan mengaku sebagai Satgas Covid-19, kemudian menegur anak-anak tersebut karena melanggar protokol kesehatan, kemudian para korban dibujuk untuk ikut dengan tersangka.

Kata Iman, pihaknya sedang melakukan pendalaman kepada tersangka, karena mengaku sudah tiga kali menjalani hukuman pidana yang dua diantaranya tindak pidana terorisme.

"Kami akan bekerja sama dengan Densus 88 untuk melakukan pendalaman dan pengembangan kasus ini," kata Iman.

Pelaku dijerat dengan Pasal 330 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sementara para korban, akan disiapkan psikolog, untuk menghilangkan trauma para korban bekerja sama dengan P2TP2A. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel