Polisi Ungkap Identitas Pemeran Video Porno 'Kebaya Merah'

Merdeka.com - Merdeka.com - Identitas dua pemeran video porno "kebaya merah" yang viral diberbagai platform media sosial (medsos) akhirnya terkuak. Pemeran wanita diketahui berasal dari Malang sedangkan pemeran pria merupakan warga asal Surabaya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, pihaknya memang telah menangkap kedua pemeran video porno tersebut pada Minggu (6/11) malam, sekitar pukul 21.00 Wib.

"Benar bahwa tadi malam pukul 21.00 Wib sudah ada penangkapan oleh subdit cyber Ditreskrimsus Polda Jatim terkait terduga pelaku kebaya merah. Ada 2 orang," tukasnya, Senin (7/11).

Ia lantas menyebut identitas kedua pemeran video porno tersebut. Pemeran laki-laki disebutnya berinisial ACS, warga Surabaya dan pemeran wanita berinisial AH warga Malang.

"Seorang laki-laki inisial ACS, kelahiran Surabaya dan satu perempuan inisial AH kelahiran Malang. Penangkapan dilakukan di Medokan (Surabaya).

Disinggung soal motif kedua pemeran dalam video itu, Farman mengaku belum bisa menyampaikan karena saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan utk mengetahui motif dari 2 (orang) pemeran ini melakukan perekaman dan penyebaran konten kebaya merah," tambahnya.

Sebelumnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembuatan video porno "kebaya merah" di Surabaya. Sebuah kamar di hotel kawasan Gubeng, Surabaya pun telah teridentifikasi sebagai tempat pembuatan video mesum tersebut.

Hotel tersebut diketahui berada di kawasan Jalan Sumatera, Gubeng, Surabaya. Panorama yang terlihat dari video syur "kebaya merah" itu pun sudut pandangnya dipastikan pas dengan kamar hotel bernomor 1710.

Kapolrestabes Surabaya melalui Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muchammad Fakih menjelaskan bahwa petugas telah mencocokkan tempat atau kamar seperti yang ada di dalam video.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengidentifikasi backdrop kasur. Dimana setiap lantai hanya dipasang 1 kamar yang ada wallpaper sesuai video yang tersebar.

"Kini Polrestabes Surabaya bersama Jajaran Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi terkait Kebenaran Video Asusila Wanita Berkebaya merah tersebut," pungkas Kompol Fakih, Minggu (6/11).

Ia menambahkan, terkait pemeran video yang awalnya disangka pegawai hotel, dipastikan oleh pihak hotel jika itu tidak benar. Sebab, pegawai terapis yang ada di hotel itu tidak ada yang menggunakan pakaian kebaya.

"Pemeran dalam video tersebut dipastikan bukan pegawai hotel," tambahnya.

Selain TKP, pihaknya juga telah mengidentifikasi waktu pembuatan video porno itu. Dari keterangan pihak hotel, video tersebut dibuat di kamar nomor 1710 dan pembuatan video diduga terjadi sebelum bulan Juli tahun 2022.

"Dari keterangan petugas hotel dan sejumlah karyawan hotel, diketahui bahwa tiap kamar dipasang Stiker dilarang merokok di bulan Juni - Juli 2022 sedangkan di dalam Video tersebut di dalam kamar tidak ada stiker dilarang merokok," ujarnya.

Diketahui, sebuah video porno berdurasi 16 menit 1 detik viral di media sosial. Dalam video terlihat, ada seorang perempuan berkebaya merah tampak berperan menawarkan sesuatu pada seorang pria yang sedang berada di dalam kamar mandi. Kedua pemeran itu, juga terlihat sudah memakai semacam topeng yang hanya menutupi sebatas kedua matanya. Adegan selanjutnya, kedua pemeran pria dan wanita itu pun melakukan tindakan porno aksi. [ded]