Polisi Ungkap Kuburan Bansos di Depok Sebanyak 3.000 Kg Lebih Karung Beras

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi terus mengusut kasus temuan paket bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sebuah lahan di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Terungkap fakta baru, total berat bansos yang ditimbun sebanyak 3.675 kilogram atau 289 karung beras.

Angka tersebut didapat setelah pihak kepolisian memeriksa keterangan SJ, selaku VP Quality and Facility JNE. Merujuk pada perjanjian kerjasama pembukuan kantor cabang utama, diperoleh fakta jika PT. Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir bekerjasama dengan PT. Indah Berkah Bersaudara.

"Pemendaman (bansos) beras sebanyak 3.675 kg atau 289 karung atau setara dengan 139 kpm, keluarga penerima manfaat," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (2/8).

Ramadhan melanjutkan, ribuan kilogram paket bansos itu diketahui dipendam ke tanah pada 5 November 2021 oleh PT Indah Berkah Bersaudara, (JNE Depok).

"Diketahui bahwa pihak JNE mengubur atau memendam beras tersebut tanggal 5 November 2021 dan sudah dibuatkan berita acara

Menurut pihak JNE, lanjut Ramadhan, beras yang dikubur dalam keadaan rusak rusak karena basah kehujanan. Sehingga, pihak JNE menyatakan tidak layak dibagikan ke keluarga penerima manfaat (bansos).

"Itu alasan dari JNE," ucap dia.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri turun tangan mendalami temuan paket bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terpendam di sebuah lahan dekat gudang JNE, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

"Kami masih pendalaman," kata Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Selasa (2/ 8).

Proses pendalaman yang dilakukan Satgas Pangan Polri ini dilakukan selain membantu kasus yang telah ditangani Polda Metro Jaya. Juga bakal menentukan penanganan kasus tersebut apakah ditangani Bareskrim atau Polda.

"Kita akan lakukan proses pendalaman apakah ditangani Bareskrim atau Polda Metro begitu," kata Whisnu.

Adapun proses pendalaman itu dilakukan tim penyidik dari Satgas Pangan Polri langsung pada Senin (1/ 8) malam. Hanya saja, dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal temuan Satgas Pangan tersebut.

"Sudah sejak tadi malam. Mulai kemarin malam sudah kesana," kata dia.

Wisnu menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait, termasuk pemilik lahan yakni Rudi Samin. Hanya saja, belum disebutkan kapan pemeriksaan itu akan dilaksanakan.

"Pendalaman semua bisa, mulai dari Mensos, Bulog, JNE. Semua akan kita lakukan pendalaman," kata Whisnu. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel