Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Ganja di Subang

TRIBUNNEWS.COM, SUBANG - Lebih dari tiga kilogram ganja disita aparat Polres Subang dalam serangkaian penangkapan yang mereka lakukan belum lama ini. Empat orang ditahan dan seorang di antaranya tercatat sebagai warga Subang.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardiwiatto melalui Kasat Narkoba Polres Subang AKP Iwan Wahyudi di Mapolres Subang, Minggu (30/6), mengatakan kasus peredaran ganja ini terungkap menyusul penangkapan tersangka Hy (21) dan Ts (27) terkait jual beli ganja di wilayah Kecamatan. Patok Beusi. Hy tercatat sebagai warga Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya, Karawang.
Adapun Ts berasal dari Desa Babakan Bogor, di kawasan Cikampek, Karawang. "Dari keduanya, kami hanya menemukan 79,68 gram ganja," kata AKP Iwan.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku mendapatkan ganja Wh (32), warga Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang. "Dari Wh inilah, kami menemukan barang bukti lainnya berupa ganja seberat tiga kilogram, dan 1 paket ganja kering dengan berat 24,4 gram," katanya.

Dari Hy dan Ts, ujarnya, polisi mendapatkan barang bukti lain berupa 14 strip obat trihexyphenidyl dosis 2 mg sebanyak 139 butir, 1 strip obat tromadol HCI 50 mg isi 10 butir, dan 1 botol obat heximer trihexyphenidril dosis 2 mg sebanyak 110 butir.

"Obat-obatan tersebut dibeli tanpa resep dokter sehingga bila disalahgunakan, akan menimbulkan efek negatif bagi pengguna. Menurut pelaku, mereka mendapatkan barang ini dari Jakarta," ujarnya

AKP Iwan mengatakan, dalam aksinya, Wh tidak melakukan kontak fisik secara langsung dengan tersangka Hy atau Ts. Ia memakai kurir, At (17), warga Desa Bojongjaya, Kecamatan Pusakajaya, Subang, yang masih duduk di bangku salah satu SMA negaeri di Subang.

"Kami juga telah menangkap kurir narkobanya. Kami masih sedang melakukan pengembangan untuk mengungkap bandar besarnya," kata Chiko.

Kepada wartawan, Wh mengaku, telah menjual ganja sejak lima bulan lalu. Namun, sehari-hari, ujarnya, ia berprofesi sebagai penjual nasi goreng.

"Saya dapat barangnya dari Karawang. Saya diiming-imingi uang Rp 250 ribu setiap menjual seperempat kilogram ganja. Awalnya saya tidak akan mengiyakan tawaran orang Cilamaya, namun saat itu lagi butuh uang hingga terpaksa menjadi penjual," ujar Wh.

At, siswa SMA yang bertindak sebagai kurir ganja, mengaku mendapat upah 50 ribu setiap kali mengirimkan ganja. "Uangnya buat jajan. Soalnya setiap hari hanya dikasih Rp 5.000, itu pun jika saya sekolah," kata dia. (men)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.