Polisi Usut Dugaan Korupsi Penyelenggaraan MTQ Nasional di Sumbar

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat masih melakukan pendalaman atas laporan dugaan korupsi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 yang digelar di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman pada November 2020 lalu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono mengatakan pihaknya tengah melakukan pengumpulan barang bukti dan permintaan klarifikasi dari sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar.

Menurut dia, pemanggilan sejumlah pejabat tersebut merupakan bentuk pengawasan dalam penggunaan anggaran negara dan tentu merupakan hal biasa dan wajar.

"Itu kewajiban kami. Setiap penggunaan anggaran negara, kami melakukan pengawasan. Itu wajar, biasa," kata Kombes Joko Sadono di Padang, Senin, 25 Januari 2021.

Untuk proses pengumpulan barang bukti dan keterangan, pihak kepolisian masih enggan membeberkan lebih jauh.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan pengumpulan bahan bukti dan keterangan ini berawal dari adanya masyarakat yang melapor. Hanya saja, pihaknya tidak bisa menyebutkan pelapornya.

"Ada pengaduan masyarakat, makanya kami tindaklanjuti," ujar Satake Bayu.

Ia mengatakan sejumlah pejabat yang dipanggil telah lebih dari satu orang, namun para pejabat tersebut statusnya belum terperiksa, tapi diminta klarifikasi.

"Bukan diperiksa ya, kalau diperiksa sudah tahap penyelidikan. Berapa orang yang sudah dipanggil saya belum tahu, tapi lebih dari satu," ujarnya pula.

Menurut dia, pengumpulan bahan dan keterangan dilakukan untuk mengetahui apakah laporan tersebut benar baru masuk tahap penyelidikan jika ditemukan adanya bukti.

"Kalau sudah penyelidikan ada berita acara pemeriksaan (BAP). Saat ini kami panggil dan minta keterangan saja untuk klarifikasi," kata dia lagi.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 digelar di Stadion Utama Sumbar yang terletak di Kabupaten Padang Pariaman, dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara virtual.

"MTQ merupakan keinginan kuat untuk memperkokoh nilai-nilai agama dan sendi-sendi bermasyarakat dan berbangsa," kata dia.

Ia mengatakan bagi umat muslim, Alquran merupakan sumber petunjuk dan pedoman yang aktual sepanjang masa, karena berisi nilai luhur yang sesuai dengan fitrah manusia.

Alquran berisi ajakan kepada manusia untuk selalu berkerja sama dalam ketakwaan dan kebaikan. Bahkan, kata dia, umat Islam patut meneladani kepribadian dan akhlak Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Al Quran.

"Tebarkan kasih sayang dan jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang dapat menyakiti sesama," katanya pula. (Ant)