Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Acara Musik DJ

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan di sebuah kafe kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Adapun kejadian ini sempat viral di media sosial.

"Pihak kepolisian lagi lakukan pemeriksaan terkait hal tersebut. Tadi manager kafe itu kita periksa," kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan, saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Singgih menerangkan, kafe itu baru beroperasi kurang lebih dua bulan. Pada Jumat 4 Juni 2021, pemilik kafe menyelenggarakan acara dengan mengundang DJ asal Belanda.

"Keterangan sementara manager kafe baru sekali (buat acara itu). DJ dari Bali diundang ke Jakarta terus sekarang sudah pulang ke Belanda," ucap dia.

Singgih menerangkan, manager kafe sampai saat ini masih dimintai keterangan sebagai saksi dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sementara, panggilan terhadap saksi lainnya baru akan dilakukan usai pemeriksaan manager rampung.

Singgih menyatakan, pemeriksaan berkembang berdasarkan dengan informasi yang diperoleh dari pihak manager.

"Kita lihat nanti perkembanganya yang jelas kita sudah dilakukan pemeriksaan manager kafe. Kita lihat apakah ada pelanggara yang lain," ujar dia.

Diberi Sanksi

Satgas Covid-19 menyambangi sebuah kafe kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, yang diduga melanggar protokol kesehatan. (Foto: Dokumentasi Satpol PP DKI).
Satgas Covid-19 menyambangi sebuah kafe kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, yang diduga melanggar protokol kesehatan. (Foto: Dokumentasi Satpol PP DKI).

Satgas Covid-19 DKI menyegel lokasi acara musik DJ di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat yang sempat menjadi viral di media sosial.

Selain itu, pemilik kafe juga dijatuhi denda Rp 50 juta. Adapun ini disampaikan oleh Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan, saat dihubungi, Minggu (6/6/2021).

Singgih menerangkan, acara dilakukan secara ilegal karena tidak mengatongi izin dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Karena itu, Satpol PP Jakarta Pusat memberikan sanksi berupa penyegelan dan denda sebesar Rp 50 juta.

"Acara tidak ada izin dari Dinas Pariwisata, tapi kalau berkaitan dengan pendirian kafe ada izinnya. Itu kafe baru dua bulan beroperasi. Makanya tadi langka awal Satgas Covid melakukan penindakan denda Rp 50 juta dan disegel 3 hari," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel