Polisi Usut Mafia Proyek di Pemkot Kediri

TEMPO.CO, Kediri - Kepolisian Resor Kediri Kota memburu mafia proyek yang beraksi di lingkup Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur. Kepala Sub Bagian Humas Polresta Kediri Ajun Komisaris Surono mengatakan, penyidikan kasus korupsi proyek Jembatan Brawijaya telah membuka tabir adanya praktif mafia proyek di lingkaran Pemerintah Kota Kediri.

Surono memaparkan, tiga proyek besar senilai Rp 354 miliar yang dianggarkan dengan biaya tahun jamak (multi years), kenyataannya ditangani oleh satu perusahaan.

Tiga proyek tesebut adalah pembangunan Jembatan Brawijaya senilai Rp 66 miliar, gedung Politeknik Kediri (Rp 88 miliar), dan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran II senilai Rp 220 miliar. "Meski dilakukan lelang, ketiga proyek itu ternyata dikerjakan satu perusahaan saja," kata Surono, Senin, 8 April 2013.

Keganjilan ini terungkap saat polisi menggeledah kantor PT Surya Graha Semesta (SGS) di Sidoarjo bulan Februari lalu. Saat itu polisi yang menelusuri perusahaan yang mengerjakan pembangunan Jembatan Brawijaya itu. Polisi juga menemukan dokumen pembangunan gedung Politeknik dan RSUD Gambiran II. Setelah diperiksa, perusahaan ini ternyata memegang ketiga proyek tersebut meski tidak memiliki kualifikasi pekerjaan dengan nilai proyek sebesar itu.

Selain itu, pada saat dilakukan lelang oleh Pemerintah Kota Kediri, PT SGS bukanlah pemenang tender. Proyek pembangunan gedung Politeknik dimenangkan oleh PT Nugraha Adi Taruna, proyek RSUD Gambiran II seharusnya dikerjakan PT Murni Konstruksi Indonesia, dan Jembatan Brawijaya dimenangkan PT Fajar Parahyangan. "Ketiga perusahaan itu menyerahkan pekerjaan tiga proyek besar itu kepada PT SGS dengan imbalan fee," ujar Surono.

Berdasarkan temuan tersebut, saat ini tim Tindak Pidana Korupsi Polresta Kediri sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) atas proyek pembangunan gedung Politeknik. Sebab penyidikan korupsi proyek Jembatan Brawijaya sudah diambil alih Polda Jawa Timur.

Adapun proyek RSUD Gambiran II disidik Kejaksaan Negeri Kediri. Salah seorang tersangkanya adallah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kasenan, yang juga menjadi tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Jembatan Brawijaya.

Dari penyidikan kasus korupsi proyek Jembatan Brawijaya, terungkap adanya aliran uang sogokan dari PT SGS kepada sejumlah pejabat Pemerintah Kediri. "Bahan yang kami peroleh memang masih mentah, tapi akan terus kami selidiki,” ucap Surono.

Ketika dimintai konfirmasi ihwal mafia proyek tersebut, juru bicara Pemerintah Kota Kediri Hariono tidak bersedia memberikan memberikan penjelasan. ”No comment,” tuturnya.

HARI TRI WASONO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.