Polisi Visum Korban Kasus Pelecehan Belasan Siswa di Batu

·Bacaan 1 menit

VIVA - Penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap belasan siswa atau alumni sebuah sekolah di Kota Batu, Jawa Timur, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur berlanjut. Penyelidik mulai mengumpulkan alat bukti, termasuk memvisum korban pelapor.

Kepala Subdirektorat IV/Renakta Ditreskrimum Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Polisi Ali Mahfud menuturkan, pengumpulan bahan keterangan dan alat bukti sudah dilakukan pekan ini.

"Alat bukti sedang dikumpulkan," katanya saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 1 Juni 2021.

Salah satu yang dilakukan ialah melakukan visum terhadap korban yang melapor. Visum dilakukan, lanjut Ali, di RS Bhayangkara Surabaya pada Senin kemarin, 31 Mei 2021.

Baca juga: Kepala Sekolah Bantah Ada Pelecehan Seksual Belasan Siswa

Hasil visum nantinya akan dijadikan salah satu bukti ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus yang tengah diusut oleh tim khusus itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko menyatakan bahwa kasus itu dilaporkan oleh tiga korban yang didampingi oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Terlapor berinisial JE, pengurus di sebuah sekolah di Kota Batu.

Kepala DP3AP2KB Kota Batu MD Furqon menjelaskan, sekolah yang dikelola terlapor mendisiplinkan diri pada pendidikan enterpreneurship. Ada pendidikan pertanian, kewirausahaan, bahkan membuat film kemarin terbaik se Asia Tenggara di mana yang main dari anak-anak siswa sekolah itu sendiri.

Siswa di sekolah terlapor berasal dari hampir seluruh daerah di Indonesia dan berlatarbelakang agama beda-beda. Sedangkan, pihak sekolah membantah tudingan Komnas PA.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel