Polisi Wonogiri Terlibat Pemerasan Sasar Pasangan Selingkuh di Hotel Lalu Difoto

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polresta Surakarta masih menyelidiki kasus pemerasan yang dilakukan oleh PS (26) anggota Polres Wonogiri yang disergap tim Resmob, Selasa (19/4) lalu. Keempat tersangka yang merupakan warga sipil masih ditahan di rutan Polresta Surakarta. Sedangkan satu polisi yang menjadi tersangka menjalani perawatan di rumah sakit.

"Tersangka dari oknum Polri masih menjalani perawatan. Kondisi baik dan juga dalam pengawasan Polresta Surakarta," ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak, seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2022, Jumat (22/4).

"Intinya dari penyelidikan dan penyidikan yang kita lakukan, sudah 15 kali komplotan ini beraksi. 15 kali ini di Boyolali, Klaten, Solo maupun di Kota Semarang."

Berapa nominal dari rangkaian pemerasan yang dilakukan para pelaku, Ade enggan merinci. Menurut dia, jumlahnya berkisar antara jutaan hingga puluhan juta.

Komplotan ini mencari sasaran tamu hotel yang diindikasikan melakukan perselingkuhan. Mereka kemudian mendokumentasikan perbuatan sasaran dan kemudian dijadikan bahan untuk melakukan pemerasan.

Sebelumnya diberitakan, anggota Polres Wonogiri, Bripda D disergap oleh tim Resmob Polresta Surakarta, di sekitar TPU Pracimaloyo, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Selasa (19/4) sore.

Terkait kasus tersebut, Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan Tim Resmob Satreskrim Polresta Surakarta, tersangka ternyata berinisial PS (26) bukan D seperti yang diberitakan sebelumnya. Dia merupakan anggota Polres Wonogiri asal Desa Bauresan, Kecamatan Giritirto.

"Oknum polisi ini pelaku tindak pidana pemerasan kepada WP (66) warga Bratan Pajang, Laweyan, Solo," katanya.

Menurut Ade, pemerasan terjadi di rumah korban pada 17 April 2022. Sehari kemudian, korban membuat surat pengaduan ke Polresta Surakarta. Kemudian pada 19 April 2022, dilaksanakan gelar perkara penentuan status lidik oleh Tim Resmob Polresta Surakarta. Status lidik kemudian meningkat menjadi penyidikan, sekaligus dilakukan gelar perkara penentuan tersangka dalam tindak pidana yg terjadi.

"Tim Resmob Satreskrim kemudian melaksanakan upaya paksa penangkapan di komplek pemakaman Pracimoloyo Makamhaji, Kartosur, Selasa kemarin sekitar pukul 16.20 WIB," katanya.

Polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka. Selain oknum polisi tersebut, juga ditangkap atas nama SNY (22) seorang pengangguran warga Ngrawan, Bawen, Semarang.

Hasil pengembangan kasus didapati bahwa Bripda PS memilik komplotan dan pada Rabu (20/4) dini hari. Petugas Unit Resmob Satreskrim Polresta l berhasil menangkap ke-3 tersangka lainnya di daerah Kopeng, Semarang.

Mereka adalah RB (43) Warga Sangkrah RT.03/08, Pasarkliwon, TWA (39) warga Tegal Baru Jebres dan ES (36), warga Kisari, Magurejo, Pati. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel