Polisii apresiasi warga desa di Lombok Barat selesaikan permasalahan

Polda Nusa Tenggara Barat menyampaikan apresiasi terhadap warga di Desa Mareje, Kabupaten Lombok Barat, yang berhasil menyelesaikan permasalahan secara damai.

Perdamaian dari permasalahan antarwarga yang terjadi pada momentum malam takbiran, Minggu (1/5), digelar Kepolisian Resor Lombok Barat bersama pemerintah daerah, Rabu (4/5), di rumah salah seorang tokoh masyarakat dari Kabupaten Lombok Barat, Lalu Daryadi alias Mamiq Dar.

Kepala Bidang Humas Polda NTB Komisaris Besar Polisi Artanto melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu, memberikan apresiasi dengan mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Mareje yang sudah menjaga stabilitas keamanan dengan menyelesaikan permasalahan melalui mediasi hingga sepakat untuk berdamai.

"Melalui pertemuan itu kami ucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat Sekotong, para tokoh agama dan seluruh masyarakat yang sebelumnya menaruh harapan besar hingga akhirnya permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan mediasi," ujar Artanto.

Dengan kata lain, ia pun memastikan masalah antarwarga di Desa Mareje tersebut telah selesai. Hal itu pun ditandai dengan kesepakatan damai yang dibuat secara tertulis di hadapan seluruh saksi.

Dalam kesepakatan damai yang dibuat secara tertulis tersebut, tersirat janji warga untuk tidak kembali bersitegang. Apabila kembali muncul permasalahan, warga sepakat untuk menyelesaikan melalui proses mediasi. Jika langkah tersebut tidak juga menemukan solusi atau kesepakatan, maka aparat bisa mengambil alih persoalannya untuk diselesaikan secara hukum.

"Jadi apabila di kemudian hari ada pihak yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan undang-undang, maka mereka siap untuk dituntut di hadapan hukum dan undang-undang yang berlaku," ucapnya.

Untuk rumah-rumah yang rusak akibat konflik, Artanto menyampaikan bahwa pemerintah akan membantu melakukan perbaikan.

"Hasil koordinasi Kapolda NTB dengan Gubernur dan Bupati Lombok Barat, sepakat untuk membantu warga yang bangunan terbakar akibat aksi massa," kata dia.

Dengan hasil demikian, Mamiq Dar mewakili tokoh masyarakat turut menyampaikan rasa syukur, karena pertemuan itu akhirnya membuahkan hasil. Semua pihak yang terlibat akhirnya bisa membantu menyelesaikan permasalahan antarwarga dengan kepala dingin, tanpa harus ada keributan hingga menimbulkan kerugian baik fisik maupun material.

"Jadi mediasi ini merupakan langkah dan upaya tepat dalam menyelesaikan masalah. Jadi semua masalah itu sebenarnya bisa diselesaikan apabila kita duduk bersama dengan kepala dingin," kata Mamiq Dar.

Dalam mediasi tersebut hadir Anggota DPRD NTB Lalu Ahmad Ismail, Kepala Desa Mareje Muksin Salim, Kepala Desa Mareje Timur Hadran, serta para perwakilan tokoh agama di Desa Mareje.
Baca juga: Polisi imbau warga Lombok Barat tak terprovokasi setelah kericuhan
Baca juga: LOC kumpulkan 237,5 kilogram sampah plastik di Senggigi
Baca juga: Wakil Bupati Bangli pimpin rombongan kepala desa studi ke Lombok Barat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel