Polisikan Suami Selingkuh dengan Staf, Polwan SC Dilaporkan ke KPAI dan LPAI

Merdeka.com - Merdeka.com - Upaya Polwan Polda Sumsel, SC membongkar dugaan perselingkuhan suaminya DMK berbuntut panjang. YN, suami WAG, orang ketiga yang telah dilaporkannya ke polisi, justru mengadukannya ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Briptu SC dilaporkan ke KPAI dan LPAI atas tuduhan kekerasan psikologis tiga anak WAG. Laporan dilayangkan suami YN ke KPAI dan LPAI pusat di Jakarta belum lama ini.

YN tak terima Briptu SC mem-posting foto-foto tiga anaknya ke media sosial dan menjadi viral. Tindakan itu dinilai membuat psikologis mereka terganggu.

Anak-Anak Tertekan

Kuasa hukum WAG, Hafis D Pankoulus menilai perbuatan Briptu SC tak bisa ditolerir karena menyangkut anak-anak, termasuk anak yang diduga hasil perselingkuhan WAG dan DMK yang masih berusia empat tahun.

"Suami WAG melaporkan Briptu SC ke KPAI dan LPAI. Dia sudah menyebarkan foto-foto ketiga anak klien saya di Instagram dan menjadi perbincangan publik sehingga psikologis mereka terganggu," ungkap Hafis, Kamis (26/5).

Dia berharap Briptu SC segera diperiksa dan dapat diteruskan dengan laporan kepada kepolisian. Alasannya, perbuatan anggota Polda Sumsel melukai perasaan anak-anak dan menjadi korban dari persoalan yang dihadapi Briptu SC.

"Kondisi tiga anak klien saya tertekan, mereka jadi korban akibat perbuatan Briptu SC. Mudah-mudahan KPAI dan LPAI memproses laporan dan dilaporkan ke polisi," ujarnya.

Masih Tinggal Serumah

Menurut dia, dampak kecil yang dialami ketiga anak kliennya adalah takut bertemu orang. Mereka hanya mengurung diri di rumah dengan pengawasan WAG dan suaminya.

"Mereka tidak mau keluar rumah karena takut bertemu orang, mereka mengira jadi pusat perhatian orang-orang, jadi omongan. Itu yang dialami anak-anak klien saya," kata dia.

"YN dan WAG masih tinggal serumah, mereka menemani anak-anak dan mencoba menstabilkan psikologis mereka," pungkasnya.

Diketahui, Briptu SC melaporkan suaminya DMK atas tuduhan perselingkuhan dengan stafnya sendiri, WAG, selama lima tahun. DMK dan WAG pun dibebastugaskan sementara dari jabatannya di Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Briptu SC juga melaporkan suaminya atas dugaan penipuan karena menikahinya pada November 2022 dalam status memiliki seorang anak hasil perselingkuhan itu yang berumur 4 tahun. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel