Politik Dua Kaki PKS Tetap Dipertahankan

INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama 2012 mendatang tak banyak perubahan terkait dengan posisinya di Sekretariat Gabungan Koalisi. Sikap politik 'dua kaki' bakal dipertahankan seperti 2011 ini.

Sikap politik ‘dua kaki’ sepertinya menjadi jalan yang harus ditempuh untuk tetap mendapat insentif dari dua sisi secara bersamaan yakni insentif dari konstituen dan pemerintahan SBY di sisi lain.

Ketua DPP PKS Mustafa Kamal mengakui dinamika pasca-reshuflle kabinet beberapa waktu lalu di internal PKS tidak lantas menjadikan penyebab parta ini keluar dari koalisi. Dia menyebutkan dalam mengambil tindakan politik, PKS tidak mendasarinya dengan kepentingan pragmatis. "Namun apakah agenda besar tercapai atau tidak," katanya dalam refleksi akhir tahun Fraksi PKS DPR RI di Jakarta, Rabu (28/12/2011).

Dia menyebutkan PKS tetap di barisan koalisi pemerintahan SBY meski tetap menjalankan politik kritis-konstruktif. Oleh karenanya, kata Mustafa, posisi PKS tidak perlu dikhawatirkan untuk tetap kritis terhadap pemerintahan SBY-Boediono. "kita akan semakin kritis dan mendalam," janji Mustafa.

Sebagaimana dimaklumi, sepanjang 2011 ini, posisi PKS secara konsisten menerapkan politik "dua kaki " di Setgab Koalisi. Meski berada di barisan koalisi, namun PKS menerapkan politik seperti oposisi, khususnya saat di parlemen. Seperti pada Februari lalu, PKS termasuk pendorong pendukung hak angket kasus pajak.

Dalam penyikapan hasil audit forensik BPK yang baru diserahkan ke DPR, PKS juga mendorong Tim Pengawas Century agar mendesak untuk mencari pendapat lainnya (second opinion) dalam menyikapi hasil audit forensik tersebut. "Perlu mencari second opinion, ini memungkinkan," kata Wakil Ketua Fraksi PKS Sohibul Iman.

Mustafa Kamal mengaku, dalam riset internal PKS sejatinya mayoritas kader menginginkan agar parta ini keluar dari koalisi SBY-Boediono. Meski demikian, Mustafa menegaskan hasil riset tersebut tidak secara otomatis menjadi pertimbangan utama PKS keluar dari koalisi. "Tidak hanya riset yang menjadi pertimbangannya," cetus Mustafa.

Di poin ini, alasan PKS menerapkan politik "dua kaki" dapat terjawab dengan kondisi obyektif di internal PKS di satu sisi. Fakta politik bahwa kader PKS menginginkan partai pimpinan Luthfi Hasan Ishaaq itu keluar dari koalisi tak terbantahkan.

Di sisi lain, eksistensi PKS dalam percaturan politik akan tetap terjaga jika masih tetap di barisan koalisi. Dan yang tak kalah penting, pengamanan logistik untuk Pemilu 2014 akan terjamin jika masih berada di koalisi terlebih tiga pos kementerian milik PKS termasuk memiliki anggaran yang tidak kecil. [mdr]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.