Politikus Gerindra Ajak Anak Muda Terjun ke Dunia Politik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, G Budisatrio Djiwandono berharap anak muda mau terjun ke dunia politik. Menurutnya, anak muda merupakan aset bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dia mengatakan hal tersebut dalam acara Ragam Aktualiasi Tidar (RADAR) dengan tema Realita Anak Muda Berpolitik 'Ekspektasi vs Realita'. Acara ini diselenggarakan oleh Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi sayap Partai Gerindra dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Budi berharap peran anak muda dalam politik di DPR harus terus ditingkatkan. Sebab, anak muda punya ekspektasi tinggi terhadap perubahan di Indonesia. Namun demikian, menurut Budi, tidak mudah bagi anak muda terjun dalam dunia politik yang bisa mewakili suara generasinya. Hal ini perlu pengorbanan yang besar dan panjang.

"Saya mendapat kepercayaan menjadi Wakil Ketua Komisi IV yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, itu prosesnya panjang 10 tahun menjalani proses ini. Ekspektasi lawan realita memang agak bertolak belakang ya, tidak selalu sama," ujar Budi, Kamis (21/5/2021).

Menurut Politikus Gerindra ini, apabila anak muda mampu melewati proses yang panjang itu, pasti akan membuahkan hasil yang baik. Anak muda bisa mewakili suara milenial di DPR yang saat ini masih sangat kecil.

Dengan banyaknya keterwakilan anak muda di DPR, kata dia, maka keinginan dari kalangan muda untuk perubahan Indonesia bisa direalisasikan. Sebab, keputusan di DPR diambil berdasarkan suara terbanyak.

"Dalam mencapai suatu kebijakan, keputusan, apakah di komisi atau di paripurna DPR, kita butuh suara mayoritas, kita harus ada banyak suara baru kita bisa menjalankan suatu kebijakan. Kalau tidak, maka kita akan sulit," kata Budi.

Keterwakilan Anak Muda di DPR Sangat Minim

Gedung DPR/MPR di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)
Gedung DPR/MPR di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Budi mengatakan, belum terdengarnya suara anak muda di DPR karena saat ini keterwakilannya masih sangat minim. Bahkan berdasarkan data, keterwakilan politik anak muda dengan rentang usia 23 tahun hingga 30 tahun di DPR RI periode 2019-2024 hanya sekitar 4 persen atau 24 orang dari total 575 kursi dewan.

"Tapi saya selalu bertumpu dan berkeyakinan bila mana diberikan kesempatan, anak muda Indonesia pasti bisa. Mereka bisa menyumbangkan pikirannya dan ini sangat penting untuk hadir di DPR RI," kata dia.

Maka dari itu, dia mengingatkan dan menyemangati anak muda untuk tidak ragu terjun dalam dunia politik. Tujuannya, agar suara anak muda menggema dan didegarkan di DPR RI. Begitu juga dengan kebijakan yang diambil merepresentasikan anak muda.

"Kita tidak boleh lelah, tidak boleh kecil hati bahwa perjuangan tidak selesai esok hari, tapi memakan waktu, 6, 7 sampai 10 tahun. Inilah perjuangan yang harus diketahui teman-teman yang terinspirasi masuk (ke DPR)," kata dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: