Politikus PKS bela anak Hilmi sering bepergian ke Turki

MERDEKA.COM. Putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Hasan, Ridwan Hakim, mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ridwan bahkan saat ini tak berada di Indonesia.

Sebab, sehari sebelum dicegah KPK pada 8 Februari lalu, putra keempat Hilmi itu telah meninggalkan tanah air menuju Turki. Sejumlah pihak lantas menduga Ridwan telah kabur dan tak akan kembali ke Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS, Al Muzzammil Yusuf mengatakan Ridwan Hakim memang sering bepergian ke Turki. Namun Muzzammil tidak mengetahui kalau Ridwan saat ini menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Beliau kan biasa ke sana (Turki). Sebelumnya memang sudah biasa, tapi kalau sekarang dalam rangka apa, saya tidak tahu. Kalau ke sananya beliau memang biasa," katanya di DPR, Jakarta, Selasa (19/2).

Muzzammil mengatakan, jika Ridwan menjadi salah satu saksi penting terkait suap impor sapi, maka PKS bakal kooperatif dengan KPK.

"Kalau memang ada pemanggilan KPK, saya kira DPP PKD akan membantu mendialogkan. Kalau perkembangan terakhir, saya kan tugasnya di sini (DPR). Nanyanya ke Pak Anis, atau ke Pak Sekjen," kelitnya.

KPK sudah mencegah Ridwan pergi ke luar negeri terkait kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian, pada 8 Februari. Dari penelusuran, Ridwan diketahui memiliki usaha penggemukan sapi.

Namun, sehari sebelum dicegah, Ridwan terbang ke Turki menumpang maskapai Turkish Air TK67 pukul 18.49 WIB, melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Dalam surat ketetapan KPK nomor KEP.107/01-23/02/2013 pada 8 Februari lalu, Ridwan dicegah bepergian ke luar negeri bersama Ahmad Zaky, Rudy Susanto, dan Jerry Roger.

Baca juga:
Pengacara lapor ke Luthfi soal putra Hilmi Aminuddin
Anak Hilmi Aminuddin kabur ke Turki dengan pesawat Turkish Air
Akankah kisah anak bos PKS berakhir seperti Nunun dan Nazar?

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.