Politisi: Capres 2014 Sebaiknya Tokoh Baru

Jakarta (ANTARA) - Calon Presiden 2014 sebaiknya tokoh baru selain Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie atau Ical dan Prabowo Subianto, kata Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Arwani Thomafi.

"Tahun 2014 menarik karena harus ada tokoh baru yang muncul sebagai calon presiden. Kalau pengamatan internal PPP belum banyak tokoh baru yang beredar selain Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie atau Ical," kata Arwani di Gedung DPR RI di Jakarta, Kamis.

Menurut Sekretaris Fraksi PPP DPR itu, calon presiden akan banyak didominasi orang partai. Sedangkan untuk calon wakil presiden, akan didominasi oleh calon dari luar partai.

"Berdasarkan survei internal PPP, untuk calon wakil presiden, ada Meneg BUMN Dahlan Iskan, akademisi Anis Baswedan, Ketua MK Mahfud MD. Namun ini masih belum bisa dikatakan punya peluang," kata Arwani.

Terkait calon presiden dari militer atau non militer, Arwani menyebutkan, dikotomi tersebut tak pantas lagi untuk dibicarakan karena semuanya memiliki peluang yang sama untuk memilih dan dipilih.

"Siapa saja, menurut saya, kansnya sama jadi capres. Mau militer, sipil, profesional. Masih memiliki kans yang sama. Tapi memang perlu pengawasan partai politik yang lebih serius. Pertanggungjawaban kandidat, rekam jejaknya harus bisa dicermati oleh konstituen," ungkap Arwani.

Untuk lebih memantapkan siapa calon presiden dan wakilnya yang bakal diusung PPP, partai berlambang Ka`bah itu akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada Februari 2012.

"Mukernas akan menggodok nama-nama untuk capres dan cawapres. Nama-nama tersebut sudah disebar ke DPW dan DPC PPP. Kita ingin mempertimbangan suara teman-teman di daerah," kata Arwani yang juga anggota Komisi V DPR RI itu.

Rencananya, Mukernas PPP akan dilakukan di daerah Jawa Timur atau Jawa Tengah.

"Tapi bukan di ibukota Jawa Timur atau Jawa Tengah. Mukernas akan dihadiri oleh 33 DPW PPP," kata Arwani.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.