Politisi Demokrat: Tolak Foke Jadi Dubes, PPI Jerman Tidak Cerdas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai seluruh anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman tidak cerdas. Hal tersebut menyusul munculnya penolakan terhadap Fauzi Bowo atau Foke menjadi duta besar Jerman.

"Mereka tak cerdas mestinya alumni didukung penuh. Ini alumninya pun ditolak,"ujar Nurhayati, Jumat(20/9/2013).

Seharusnya,kata Nurhayati, PPI senang karena Foke yang juga alumninya terpilih sebagai Dubes Jerman.

Nurhayati juga mempertanyakan dimana rasa nasionalisme pelajar tersebut. Ia menegaskan sebagai warga Indonesia, para pelajar wajib menjaga nama baik negara.

"Saya yakin Pak Foke Alumni PPI dan yang disini masih pegang persatuan alumni Jerman dan dubes ini UU hak prerogatif presiden. Ini harus saling hargai," katanya.

Lebih jauh Nurhayati menjelaskan, seseorang dipilih menjadi duta besar atas usulan pemerintah bukanlah perkumpulan pelajar.

"Orang Jerman pun yang tentukan pemerintah Jerman yang bisa menolak atau menerima bukan PPI, jadi dia harus tahu ranahnya dimana," kata Nurhayati.

"PPI jerman punya spesialisasi menolak, mengkritik, mencemooh, itu PPI Jerman," kata Nurhayati.

Baca Juga:

Fraksi Demokrat Segera Proses Pergantian Ketua Komisi III DPR

Ini Tuntutan Mahasiswa Indonesia di Jerman kepada Foke

Demokrat Yakin Ormas Anas Tidak Jadi Partai Politik

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.