Politisi Gerindra Pertanyakan Connie Bicara Alutsista

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pernyataan Connie Rahakundini Bakrie mengenai alutsista dan mafia, mendapat sorotan dari anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas.

Sebagai anggota yang duduk di Komisi I DPR (termasuk membidangi masalah pertahanan keamanan), Yan mempersoalkan kapasitas Connie. Mengingat dia adalah politisi Partai Nasdem, tapi seharusnya tidak lagi menyematkan dirinya sebagai pengamat pertahanan.

"Salah satunya Connie Rahakundini Bakrie yang ternyata anggota dewan pakar DPP NasDem. Apa motifnya? Politik atau pesanan vendor alutsista yang terganggu akibat Prabowo bebersih mafia alutsista?” Kata Yan, dalam keterangannya, Jumat 28 Mei 2021.

Baca juga: Pakar Militer Connie Rahakundini Didorong Bongkar Mafia Alutsista

Masalah pertahanan adalah persoalan lain di luar politik. Menurut dia, harusnya itu bisa dipisahkan. Tidak pantas persoalan pertahanan keamanan, diseret ke ranah politik.

"Kejadian tenggelamnya KRI Nanggala-402 telah membuka ruang untuk pihak lain bermanuver politik. Hal ini tidak sepantasnya dilakukan. Pemerintah sedang fokus merencanakan modernisasi alutsista,” ujarnya.

Yan mengaku, sejak peristiwa tersebut, banyak sasaran tembak diarahkan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Padahal kata dia, alutsista bukan saja persoalan seorang menteri, tapi ada stakeholder lain yang memiliki wewenang juga terkait dengan modernisasi alutsista.

“Opini yang berkembang liar terkait di publik terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402 beberapa waktu lalu sudah mengarah kepada kepentingan politik. Yang mungkin tujuannya adalah Menhan Prabowo. Pertanyaannya kenapa dan untuk siapa?” katanya.

Connie sebelumnya membongkar tentang dugaan adanya mafia alutsista berinisial Mr M. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto belakangan meminta Connie melapor ataupun terbuka soal sosok tersebut.

Dalam sejumlah survei elektabilitas sejauh ini, Prabowo Subianto kerap berada di posisi teratas untuk Pilpres 2024 mendatang. Seperti survey Puspoll Indonesia yang menyebut Prabowo menempati urutan pertama sebagai capres potensial di Pilpres 2024.

Sebanyak 66,2 persen responden menilai Prabowo masih layak maju di 2024. Di bawah nama Ketum Gerindra itu, ada sosok Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno. Namun baik Gerindra maupun parpol lainnya, belum berpikir mengenai capres dan cawapres.