Politisi Golkar Kena Kasus, Demokrat Optimis Menang Pemilu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Komisi VIII sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, sebagai tersangka korupsi pembahasan proyek pengadaan Al Quran Tahun Anggaran 2011-2012 di Kementerian Agama (Kemenag).

Zulkarnaen yang merupakan Wakil Bendahara Umum Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Partai Golkar itu disangkakan atas dugaan korupsi terhadap tiga pengadaan di Kemenag pada 2011 dan 2012.

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, kejadian ini membuktikan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono tentang banyak parpol lain yang korup dibandingkan partainya adalah benar. Sebab, selama ini elektabilitas PD anjlok menyusul kasus korupsi yang menjerat segelintir kader.

Dengan adanya kasus ini, Ruhut pun optimis jika PD akan kembali menjadi pemenang pada Pemilu 2014 mendatang.

"Saya optimis Partai Demokrat akan menang pemilu nanti. Karena sekarang rakyat Indonesia sudah cerdas dan kasus ini pun terkuak. Jangan karena hasil poling dia (Partai Golkar) merasa menang. Itu masih jauh, bos," kata Ruhut saat dihubungi Jumat (29/6/2012).

Sebagaimana diberitakan, hasil survei elektabilitas parpol yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Juni 2012 ini, menunjukan Partai Golkar menempati posisi pertama dengan 20,9 persen. Sementara, PDI Perjuangan di posisi kedua dengan 14 persen dan elektabilitas Partai Demokrat anjlok di posisi ketiga dengan 11,3 persen.

Klik Juga:

  • KPK Sita Tablet dan Data Zulkarnaen Djabar
  • Inilah Para Mahasiswa yang Dilatih Keras Angg...
  • Kakorlantas Resmikan Gedung Megah NTMC Polri
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.