Politisi AS Risih, Meghan Markle Bahas Politik AS dan Bawa Gelar Kerajaan Inggris

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, D.C - Sejumlah politisi Amerika Serikat risih dengan Meghan Markle, istri Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris, yang dilaporkan mencampuri urusan politik dalam negeri AS.

Dan dalam melakukan perbuatannya itu, Meghan diketahui membawa gelarnya di Monarki Inggris ketika berbicara dengan sejumlah senator (anggota DPD) AS dari Parat Republik, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (7/11/2021).

Seorang senator dari Republik, Susan Collins adalah orang yang mengungkap hal tersebut.

Collins mengaku ditelepon oleh Meghan untuk membicarakan rencana kebijakan hak cuti berbayar untuk urusan keluarga yang tengah digodok oleh legislator AS.

Politisi itu mengaku tidak mengharapkan panggilan dari istri Pangeran Harry.

"Yang mengejutkan saya, dia memanggil saya di jalur pribadi saya dan dia memperkenalkan dirinya sebagai Duchess of Sussex, yang agak ironis," kata Senator Collins kepada Politico, dikutip dari BBC.

'Ironis' mungkin merujuk pada status Meghan --dan Pangeran Harry-- yang mengundurkan diri dari Kerajaan Inggris menyusul sejumlah polemik pribadi antara pasutri tersebut dengan monarki.

"Saya senang bisa berbicara dengannya. Tapi saya lebih tertarik pada apa yang konstituen saya di Maine katakan kepada saya tentang hal itu. "

Senator Shelley Moore Capito dari Virginia Barat juga menerima panggilan serupa dari Meghan Markle, menurut Politico.

Senator Capito mengatakan kepada Politico bahwa dia telah menerima telepon saat berada di dalam mobil. Melihat nomor yang diblokir, Capito mengira itu adalah Senator Demokrat Joe Manchin, sesama politisi (oposisi) Virginia Barat.

"Saya berada di mobil saya. Aku mengemudi. Dikatakan ID penelepon diblokir. Jujur... Saya pikir itu senator Manchin. Panggilan masuknya diblokir. Dan di ujung telepon, si penelpon berkata 'Senator Capito?' Saya berkata, 'Ya.' Dia berkata, 'Ini Meghan, Duchess of Sussex'," kata Capito.

Meghan Markle dilaporkan diberi nomor telepon senator oleh seorang kolega Demokrat: Senator New York Kirsten Gillibrand. Gillibrand telah menjadi pendukung vokal untuk menambahkan cuti keluarga berbayar sebuah rancangan undang-undang yang tengah diperdebatkan di Kongres (Parlemen AS).

Meghan Markle Bungkam

Tunangan Pangeran Harry, Meghan Markle menghadiri acara The Commonwealth Day Service di Westminster Abbey, London, Senin (12/3). Pada kesempatan itu, Meghan Markle tampak cantik dengan balutan coat warna putih rancangan Amanda Wakeley. (AP Photo)
Tunangan Pangeran Harry, Meghan Markle menghadiri acara The Commonwealth Day Service di Westminster Abbey, London, Senin (12/3). Pada kesempatan itu, Meghan Markle tampak cantik dengan balutan coat warna putih rancangan Amanda Wakeley. (AP Photo)

Perwakilan untuk Senator Gillibrand, Senator Capito dan duchess tidak menanggapi permintaan langsung untuk komentar dari BBC.

Dalam laporannya, BBC menggarisbawahi bahwa semua anggota keluarga kerajaan Inggris secara tradisi tetap netral secara politik.

Meghan Markle sendiri merupakan warga negara AS.

Media Inggris itu juga menyebut bahwa Meghan dan Harry telah mengundurkan diri sebagai bangsawan senior pada Maret 2020. Keduanya kini tinggal di California.

Apa yang Diperjuangkan Meghan?

Partai Demokrat AS (yang beroposisi dengan Republik) mengajukan hak cuti berbayar untuk urusan keluarga ke dalam skema jaminan sosial dan kebijakan iklim Amerika Serikat, senilai US$ 1,75 triliun.

Wacana kebijakan itu menuai perdebatan di kalngan politisi d parlemen AS.

AS adalah satu-satunya negara kaya tanpa program cuti orang tua berbayar nasional.

Hanya sekitar 21% pekerja AS memiliki akses ke cuti keluarga berbayar melalui majikan mereka.

Ini adalah persoalan yang tampaknya dekat dengan hati Meghan. Bulan lalu, ibu dua anak itu memposting surat kepada Kongres di situs web PaidLeaveforAll.org mendorong cuti keluarga berbayar di AS.

"Saya menulis kepada Anda pada saat yang sangat penting ini - sebagai seorang ibu - untuk mengadvokasi cuti berbayar," katanya.

"Ibu atau orang tua yang bekerja menghadapi konflik hadir harus tetap dibayar. Pengorbanan keduanya datang dengan biaya besar."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel