Polres Asahan Periksa Enam Penjaga Pasar Kisaran

Medan (ANTARA) - Kepolisian Resor Asahan, Sumatera Utara memeriksa enam penjaga Pasar Inpres di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan yang mengalami kebakaran pada Sabtu (4/2) dinihari.

"Sudah enam orang yang diperiksa," kata Kapolres Asahan AKBP Marzuki ketika dihubungi ANTARA di Medan, Minggu.

Menurut Kapolres, pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran yang menimpa sekitar 400 pasar di Jalan Diponegoro Kisaran.

Upaya pertama dilakukan dengan meminta keterangan penjaga pasar yang menjadi salah satu pusat perdagangan masyarakat Asahan tersebut.

Namun mantan Kapolres Dairi tersebut tidak dapat menjelaskan nama enam penjaga pasar yang dimintai keterangan itu.

"Namanya saya lupa, tetapi ada yang bernama Ali Akbar," katanya.

Pihak kepolisian belum memintai keterangan pedagang terkait kebakaran itu. "Karena para pedagang tidak berada di tempat," katanya.

Ia menambahkan, meski telah memintai keterangan penjaga malam, tetapi pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

Apalagi para penjaga pasar yang bertugas pada malam kebakaran itu hanya berada di bagian luar dan berjaga di pintu masuk pasar.

"Mereka hanya patroli setiap setengah jam," katanya.

Namun ada dugaan jika api berasal dari bagian tengah pasar dan merembet ke bagian lain sehingga menghanguskan ratusan kios.

" Mungkin dari bagian tengah karena disana banyak meteran listrik," kata Marzuki yang juga mantan Kapolres Simalungun itu.

Sebelumnya, Pasar Inpres di Jalan Diponegoro, Kecamatan Kisaran barat, Kabupaten Asahan terbakar pada Sabtu (4/2) dinihari sehingga menghanguskan sekitar 400 kios.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.