Polres Gorontalo Utara atur lalu lintas Sulawesi terdampak banjir

Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mengatur lalu lintas di Desa Jembatan Merah, Kecamatan Tomilito, salah satu desa terdampak banjir di perlintasan Sulawesi.

"Kami menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas menghindari kemacetan panjang, akibat desa tersebut berada di perlintasan Sulawesi," kata Kapolres Gorontalo Utara, AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution di Gorontalo, Ahad malam.

Menurutnya, Desa Jembatan Merah merupakan desa rawan banjir dan sebagian wilayah tersebut ada di perlintasan Sulawesi.

Sehingga pengaturan lalu lintas perlu menjadi prioritas sebab kendaraan dari dan ke Gorontalo, pasti melewati jalur tersebut.

Dengan ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa, berdampak pada kemacetan panjang dan kerawanan kecelakaan lalu lintas.

"Apalagi tidak ada jalur alternatif di jalur tersebut," katanya.

Warga dan pelintas jalur Sulawesi di wilayah tersebut pun diimbau berhati-hati, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Danramil 06/Kwandang, Lettu Inf Edy Sriyanto, mengatakan, pihaknya turun memantau kondisi warga di desa-desa terdampak banjir pada Ahad, mulai pukul 17.55 WITA hingga malam.

Diantaranya, Desa Jembatan Merah, Desa Leyao, Milango dan Bubode di Kecamatan Tomilito, serta Desa Moluo di Kecamatan Kwandang.

Koordinasi melekat dilakukan dengan pihak SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, untuk membantu warga terdampak banjir.

"Kami pun membantu pihak Kepolisian dalam pengamanan jalur Sulawesi, mengingat Desa Jembatan Merah ada di perlintasan tersebut," katanya.

Disamping terus mengingatkan warga untuk tetap waspada, sebab curah hujan masih tinggi sehingga potensi peningkatan debit air di daerah aliran sungai dapat terjadi.

"Kita bersikap waspada menghadapi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi saat ini," katanya.
Baca juga: Banjir rendam tran-Sulawesi Desa Mekkatta Majene
Baca juga: Gubernur Sulawesi Barat minta daerah terisolir ditangani
Baca juga: BPBD sebut banjir terjang dua kabupaten di Sulteng

Tim gabungan SAR, Kepolisian dan TNI, melakukan evakuasi warga korban banjir di Desa Milango, Kecamatan Tomilito, akibat terdampak banjir sejak Ahad sore (13/11/2022). (ANTARA/Susanti Sako)
Tim gabungan SAR, Kepolisian dan TNI, melakukan evakuasi warga korban banjir di Desa Milango, Kecamatan Tomilito, akibat terdampak banjir sejak Ahad sore (13/11/2022). (ANTARA/Susanti Sako)