Polres Jakarta Utara Bongkar Sindikat SIM Palsu

Jakarta (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Utara menangkap dua pembuat Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di rumah kontrakan di Kali Sunter, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Utara Komisaris Polisi Trisuharyanto, Jumat, selain membuat SIM palsu, komplotan tersebut juga membuat dolar dan segel Pertamina palsu.

Dia mengatakan, dua orang yang berhasil ditangkap yakni, AR (38) dan H (35). Keduanya sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2007. "Kemungkinan keduanya sudah mendapatkan keuntungan mencapai ratusan juta rupiah dalam membuat SIM palsu," katanya.

Tertangkapnya kedua pembuat SIM palsu tersebut, setelah adanya laporan warga ke polisi lalu lintas. "Kami mendapat laporan, kalau ada yang membuat SIM B1 dengan harga Rp 1,1 juta," katanya.

Dengan adanya laporan warga, akhirnya polisi pun curiga dan melakukan pengusutan. Pembuatan SIM ternyata dilakukan di rumah yang tidak lazim. "Seharusnya `kan membuat SIM harus dilakukan di Daan Mogot. Di sana ada prosedur yang harus dilakukan, seperti sidik jari dan foto harus dilakukan pembuat SIM tidak dapat diwakilkan," katanya.

Berdasarkan informasi warga tersebut, akhirnya rumah kontrakan H pun digerebek. Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku selain membuat SIM palsu, juga membuat segel Pertamina dan dolar palsu sesuai dengan pesanan. "Uang palsu yang dibuat pecahan 100 dolar AS, sebanyak 100 lembar," katanya.

Selain itu keduanya juga membuat ijazah dan surat cerai palsu. "Pengakuan AR pembuatan SIM dan ijazah sesuai dengan pesanan," katanya.

Tarif pembuatan SIM B1 harganya bervariasi. "Harga pembuatan SIM tergantung penawaran, bisa Rp 900 ribu atau Rp 1.1 juta. Tergantung nego," katanya.

Dalam penggerebekan, puluhan belangko ijazah dan SIM palsu disita. Kini barang bukti alat sablon, komputer dan printer disita dan kasusnya dilimpahkan ke Reskrim Polres Jakarta Utara.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.