Polres Jaksel mediasi WNA dengan sopir taksi diduga lakukan pelecehan

Polres Metro Jakarta Selatan membantu proses mediasi antara WNA asal Rusia dengan pengemudi taksi Bluebird terkait dugaan catcalling atau pelecehan verbal di kawasan Mega Kuningan.

"Kemarin sudah dipertemukan, diklarifikasi, dan mediasi," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Irwandhy Idrus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Irwandhy mengatakan telah mempertemukan kedua pihak yaitu sopir Buebird dan Warga Negara Asing (WNA) bersangkutan.

Menurut dia kedua pihak sudah mengklarifikasi, yang kemudian pihak WNA bernama Guseva Valeriia telah memaafkan kejadian tersebut, dia juga meminta sang sopir tidak dipecat dari tempatnya bekerja.

Sementara itu pihak sopir Bluebird yang bernama Firman Anasril juga meminta maaf atas perbuatannya, ia mengaku bahwa tidak bermaksud melakukan catcalling atau pelecehan dan sebagainya.

"Sopir taksi hanya ingin menawarkan jasa untuk mengantarkan, bermaksud seperti itu," kata Irwandhy.

Pertemuan mediasi berlangsung lancar dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan dengan dihadiri WNA dan sopir Bluebird.

Sebelumnya beredar video yang diunggah di instagram dimana seorang WNA asal Rusia mendapat perlakuan tidak mengenakkan catcalling atau pelecehan saat berjalan di daerah Mega Kuningan.

Sementara itu pihak Bluebird telah meminta maaf dan setelah melakukan penyelidikan internal dengan memberi teguran sanksi tegas berupa putus mitra dengan sopir bersangkutan.
Baca juga: Fery Farhati sarankan wanita berorganisasi hindari pelecehan seksual
Baca juga: Kawan Lama Group beri SP III karyawan pelaku pelecehan seksual
Baca juga: Antisipasi pelecehan, Pos SAPA akan berdiri di terminal bus Jakarta