Polres Jember gelar shalat gaib untuk korban tragedi Kanjuruhan

Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur menggelar shalat gaib untuk korban yang meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi usai laga Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Shalat gaib tersebut diikuti Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo beserta jajaran anggota polisi dan beberapa suporter Persatuan Sepak Bola Djember (Persid) usai shalat ashar di Masjid Mal Jaul Abidin Mapolres Jember, Senin.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan mengajak untuk mendoakan para korban yang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang," kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo di Mapolres setempat.

Menurutnya kegiatan shalat gaib itu sebagai bentuk rasa empati kepada para korban yang meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Mudah-mudahan semua korban yang meninggal husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian itu," tuturnya.

Baca juga: Polri naikkan status tragedi Kanjuruhan ke penyidikan

Baca juga: Korban tragedi Kanjuruhan dirawat di RSSA Malang tinggal 26 orang

Tidak hanya Polres Jember, Komunitas Gerakan Sholat Berjamaah (GSB) bersama suporter sepak bola Jember Berani (Berni) menggelar shalat gaib untuk korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.

Pada Sabtu (1/10) terjadi kericuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar ketika sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut yang pada akhirnya menggunakan gas air mata.

Berdasarkan data terakhir tercatat korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 125 orang dan dilaporkan sebanyak 323 orang mengalami luka-luka.

Baca juga: Ribuan siswa gelar shalat gaib untuk korban tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Pakar Unpad sebut suporter perlu diedukasi terima menang atau kalah

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan dan rivalitas tanpa batas