Polres Madiun bagikan 1.500 sembako untuk warga terdampak kenaikan BBM

Kepolisian Resor Madiun membagikan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako kepada warga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang terdampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai bentuk kepedulian.

"Alhamdulillah, kami dari Polres Madiun dan Bhayangkari Cabang Kabupaten Madiun bisa mengumpulkan beras sebanyak 7,5 ton. Beras tersebut dikemas menjadi 1.500 paket sembako berisi beras dan mie instan untuk dibagikan ke warga Kabupaten Madiun yang terdampak kenaikan harga BBM," ujar Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo di sela pembagian paket sembako secara simbolis di Mapolres Madiun, Rabu.

Menurut dia, ribuan bantuan sosial paket sembako tersebut diberikan kepada warga terdampak, seperti sopir angkutan umum, pengemudi ojek daring, petani, abang becak, pedagang kali lima, dan warga kurang mampu lainnya di wilayah Kabupaten Madiun.

"Untuk pendistribusiannya, kami sudah melakukan pendataan warga Kabupaten Madiun yang menjadi sasaran melalui petugas bhabinkamtibmas. Bantuan akan kami salurkan melalui polsek-polsek," kata Anton.

Baca juga: Mensos: BLT BBM jangan digunakan untuk beli rokok

Baca juga: Mensos sebut penyaluran BLT BBM di Aceh di atas 90 persen

Ia menjelaskan setelah sampai ke tingkat polsek, nantinya petugas bhabinkamtibmas di tiap desa akan langsung menyalurkan bantuan tersebut ke warga terdampak yang sudah terdata.

"Pembagian paket sembako ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. Insya Allah, ke depan kami terus berupaya memberikan bantuan sosial dalam bentuk lainnya," katanya.

Selain bantuan paket sembako, Anton mengatakan bahwa Polres Madiun juga memberikan bantuan bagi warga kurang mampu yang sedang sakit. Polres Madiun juga berencana melakukan operasi bibir sumbing dengan menggandeng sejumlah pihak lain untuk meringankan beban hidup warga yang membutuhkan.

"Jika ada, saudara, tetangga, atau siapapun yang sedang sakit keras dan membutuhkan bantuan, tolong laporkan kepada petugas bhabinkamtibmas terdekat. Insya Allah, kami berupaya untuk membantu," katanya.

Baca juga: Pemkot Pekalongan: BLT BBM harus dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga

Baca juga: Kantor Pos Temanggung rekrut 100 pekerja percepat penyaluran BLT BBM

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi jenis pertalite menjadi Rp10 ribu per liter, dari sebelumnya Rp7.650,00 per liter.

Selain pertalite, BBM bersubsidi solar juga mengalami kenaikan, dari Rp5.150,00 per liter menjadi Rp6.800,00 per liter dan BBM non-subsidi jenis pertamax dilakukan penyesuaian harga dari Rp12.500,00 per liter menjadi Rp14.500,00 per liter.

Pihaknya berharap melalui bantuan paket sembako tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak adanya kenaikan harga BBM.

Baca juga: Pemprov Jateng siapkan skema bantuan-pendampingan petani terdampak BBM

Baca juga: Ratusan nelayan di Makassar terima BLT BBM