Polresta Denpasar meningkatkan 3T setelah temuan Omicron dari wisnu

·Bacaan 1 menit

Polresta Denpasar, Polda Bali meningkatkan 3T, yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) setelah temuan varian Omicron dari wisatawan nusantara (wisnu) asal Jawa Timur yang berlibur di Bali.


"Kemarin ada informasi di wilayah kami ada wisatawan saat dilakukan pemeriksaan di Surabaya dia positif Omicron. Nah ini jadi tugas bersama, kami pun sudah mengambil langkah-langkah dengan mendatangi lokasi yang didatangi mereka, dan akan terus melakukan tracing siapa yang pernah kontak dengan mereka," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat dikonfirmasi, di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan bahwa varian COVID-19 tersebut bukan berasal dari Bali. Namun, untuk itu, 3T akan terus ditingkatkan menyasar seluruh wilayah Bali.

Menurut dia, berdasarkan data yang diterima wisatawan domestik itu sempat menginap di salah satu hotel di wilayah Nusa Dua, Bali. Wisatawan itu merupakan rombongan keluarga berjumlah lima orang.

"Jadi mereka satu keluarga ada lima orang, menginap untuk liburan. Kami sudah melakukan pendalaman terhadap pihak hotel untuk memastikan aktivitas keluarga tersebut," kata Kapolresta.

Pihaknya meminta kerja sama dari masyarakat dan juga pemerintah daerah bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan dan bersama memutus rantai penyebaran Omicron ini.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat ada dua penambahan kasus transmisi lokal COVID-19 varian Omicron di Surabaya, Jawa Timur. Jumlah keseluruhan kasus Omicron di Indonesia saat ini mencapai 138 yang terdiri atas 135 kasus impor dan tiga kasus transmisi lokal.

Selain itu, dari data terbaru ada dua orang warga Surabaya yang habis berlibur ke Bali dinyatakan positif varian Omicron. Menurut keterangan Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi melalui siaran persnya, kondisi kedua orang tersebut tanpa gejala dan sudah tertangani dengan baik.

Baca juga: Dinkes Bali: 11 karyawan hotel di-swab terkait kasus Omicron Surabaya
Baca juga: Sandiaga Uno: Tetap waspada dan tak panik hadapi virus "Omicron"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel