Polresta Pontianak Ringkus Tujuh Tersangka, Satu Tewas

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Sepekan pelaksanaan Operasi Panah Kapuas yang bergulir 27 Febuari hingga 20 Maret mendatang, jajaran Polresta Pontianak mengungkap 26 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian sepeda motor (curanmor) atau yang mereka sebut tiga C.

Kapolresta Pontianak AKBP Hariyanta mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya dengan menggelar razia-razia maupun pengungkapan kasus-kasus yang terjadi.

"Saat ini operasi panah sudah berjalan enam hari dan difokuskan kepada kejahatan tiga C. Sepekan 26 kasus dengan tersangka tujuh orang, curas nihil dan 1 curanmor," papar Kapolresta.

Menurutnya, satu tersangka tewas tertembak karena berusaha melawan dan mencoba melarikan diri saat dilakukan penangkapan dan satu orang dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri dan mengancam jiwa anggota.

"Baik di kota maupun di Kubu Raya akan menyelenggarakan pesta demokrasi. Untuk bisa meciptakan situasi yang kondusif, selain menggelar operasi khusus, kita melakukan peningkatan operasi rutin dengan melakukan patroli secara estafet termasuk menggelar razia," ujarnya.

Aksi curat juga terjadi pada Selasa (5/3/2013) siang. Kejahatan dengan modus pecah kaca mobil menimpa sedan KB 262 AL milik Cristi Linara (27) yang diparkir di pinggir Jl S Parman.

Kaca mobil hancur berkeping. Pencuri berhasil membawa tas berisi hard disk serta buku tabungan milik korban.

Korban yang berkendara dari Ayani Megamal membawa keluarganya. Mereka singgah di Jl S Parman. Tanpa curiga, korban meninggalkan mobil. Saat keluar dari toko Indovision, korban menemukan mobilnya rusak dan tas sudah lenyap.

"Korban seorang guru di Kota Pontianak. Mobil korban dipecah kacanya setelah pulang dari Megamal dengan keluarganya. Keterangan korban, tas yang dibawa pelaku tidak ada uangnya, melainkan hard disk dan buku tabungan," kata Kapolsek Pontianak Selatan Kompol I Gede Wahyudi.

Gede mengatakan, kejahatan pecah kaca mobil ini sudah meresahkan masyarak Pontianak.

"Kita terus menyelidiki terkait aksi pecah kaca yang meresahkan warga ini. Kita berharap masyarakat untuk waspada dan tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam kendaraaanya," ujarnya. (isf)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.