Polrestro Jaktim salurkan sembako untuk warga Ciracas

Polres Metro Jakarta Timur (Polrestro Jaktim) menyalurkan bantuan sembako kepada sejumlah warga terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Ciracas.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya menyerahkan bantuan sembako dari pemerintah berupa beras, minyak goreng, gula hingga mie instan.

"Ini kami laksanakan di belakang Terminal bus Kampung Rambutan. Daerah sini rata-rata penduduknya selain bekerja di Terminal Kampung Rambutan juga ada yang bekerja sebagai pengupas bawang, pemulung dan lainnya," kata Budi.

Budi menambahkan, pihak kecamatan telah melakukan pendataan warga terkena dampak kenaikan harga BBM sebelum dilakukan penyerahan bantuan sembako tersebut

"Sudah didata masing-masing Kapolsek, Camat, Koramil masyarakat mana yang terkena dampak," ujar Budi.

Baca juga: 500 paket bantuan pangan dibagikan untuk ojol dan warga di Jakbar

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kegiatan penyaluran bantuan sembako itu akan terus dilakukan setiap hari kepada warga terkena dampak kenaikan harga BBM di wilayah Jakarta Timur.

"Ini akan kita laksanakan setiap hari di jajaran wilayah Polres Metro Jakarta Timur, bergilir di tempat yang memang terdampak," kata Budi.

Salah satu warga Ciracas penerima bantuan, Tina mengatakan, dirinya sangat bersyukur dengan adanya penyaluran bantuan sembako tersebut.

Dia mengatakan bantuan itu setidaknya dapat meringankan beban ekonomi.

Tina mengatakan sebelumnya ia telah didata oleh pihak RW sebagai masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial.

Baca juga: Pemkot Jakbar salurkan bantuan tunai kepada 77.365 warga kurang mampu

"Sangat bermanfaat sekali bantuannya. Apalagi suami cuma kerja kuli," ujar Tina.

Pemerintah menaikkan harga BBM subsidi Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9), mengatakan pemerintah juga menaikkan harga BBM subsidi untuk solar dari Rp5.150 rupiah per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Kemudian, untuk BBM non-subsidi, pemerintah menaikkan harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.