Polri Belum Tentu Mengizinkan Shopee Liga 1 Berlanjut Februari 2021

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Yogyakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak ingin memberikan angin surga terkait lanjutan Shopee Liga 1 2020 yang rencananya bergulir pada Februari tahun depan. Hal inilah yang membuat nasib kompetisi Indonesia masih belum bisa dipastikan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunda kembali lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 ke Februari 2021. Hal itu dilakukan karena situasi Indonesia yang tidak kondusif untuk menggelar kompetisi.

Keputusan yang cukup realistis karena Polri masih sulit memberikan izin kompetisi untuk dilanjutkan pada 2020. Selain angka penyebaran COVID-19 yang masih meninggi, Polri saat ini juga sedang fokus pengamanan Pilkada serentak di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Prabowo Argo Yuwono, menyebut belum bisa memastikan izin kompetisi sepak bola Indonesia. Hal itu karena jadwal kickoff yang masih lama digelar.

"Itu kami lihat pemohonnya ya. Kami lihat dulu suratnya dan belum tahu. Nanti, kita tunggu saja, kan masih tahun depan," singkat Argo Yuwono di sela-sela kunjungan kerja di Yogyakarta.

Restu Polri terkait lanjutan Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 akan mengacu pada situasi kesehatan di Indonesia. Jika sampai Februari 2021 kondisi Indonesia belum terbebas dari pandemi COVID-19, kecil peluang kompetisi sepak bola akan dilanjutkan sesuai rencana.

Beda Format

Menpora RI, Zainudin Amali, bersama Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, Dirut PT LIB, Cucu Somantri, Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad dan Presiden Komisaris SEA Group, Pandu Sjahrir, saat launching Liga 1, Senin, (24/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Menpora RI, Zainudin Amali, bersama Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, Dirut PT LIB, Cucu Somantri, Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad dan Presiden Komisaris SEA Group, Pandu Sjahrir, saat launching Liga 1, Senin, (24/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PSSI dan PT LIB optimistis untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 pada Februari tahun depan. Namun, sampai saat ini keduanya masih belum bisa memastikan format kompetisi.

Andai tetap menggunakan format yang normal alias satu wilayah, kompetisi terancam bentrok dengan Piala Dunia U-20 pada Mei-Juni 2021. Hal ini tentu saja membuka peluang adanya perubahan format kompetisi menjadi dua wilayah.

"Kalau masalah kompetisi penuh atau dua wilayah, masih belum kami bisa putuskan. Sebab kami masih mempertimbangkan banyak hal," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

"Kalau kompetisi digelar secara penuh, nanti bisa bentrok dengan Piala Dunia U-20 2021. Kami masih menunggu perkembangannya seperti apa. Mungkin satu minggu ke depan kami baru bisa memutuskan format ini," jelas Lukita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini