Polri dan TNI Patroli Skala Besar Buru Kelompok Teroris MIT di Poso

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepala Polda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso memimpin patroli skala besar untuk memburu kelompok yang dinyatakan daftar pencarian orang (DPO) alias buronan, Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, dengan menyisir wilayah Poso Pesisir Selatan.

"Hari ini Kapolda Sulteng didampingi Danrem 132 Tadulako dan beberapa pejabat operasi melaksanakan patroli skala besar menyisir wilayah Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto dalam keterangan tertulis.

Didik, yang juga menjabat Kepala Satgas Humas Operasi Madago Raya, menyebutkan patroli skala besar Kepala Dolda Sulteng bersama Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf beserta pejabat Operasi Satgas Madago Raya dari unsur Polri dan TNI menggunakan sepeda motor trail.

Total ada 21 motor trail yang digunakan. Tim berangkat dari Poskotis Madago Raya di Tokorondo Poso, menyisir wilayah Poso Pesisir Selatan sekaligus mengecek lima Pos Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) dan dua Pos Sekat.

Lima Pos Pamrahwan itu adalah Pos Pamrahwan Gantinadi, Pos Pamrahwan Padalembara, Pos Pamrahwan Kampung Bulok, Pos Pamrahwan Taunca dan Pos Pamrahwan Air Panas. Sedangkan dua Pos Sekat, yakni Pos Sekat Kejar Kelapa Dalam dan Pos Sekat air Panas Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

"Patroli skala besar Satgas Madago Raya sebagai upaya untuk melakukan pencarian terhadap DPO MIT Poso dan mempersempit pergerakan simpatisan MIT yang akan memberikan bantuan logistik, sekaligus untuk mengecek pos-pos yang tersebar di wilayah Poso Pesisir Selatan," kata Didik.

Ia menjelaskan patroli skala besar untuk mengecek kondisi personel, memberikan bantuan paket sembako, melihat dari dekat medan operasi, dan sekaligus memberikan motivasi personel TNI dan Polri di setiap pos.

Saat singgah di salah satu pos, kata Didik, Abdul Rakhman Baso menyempatkan beristirahat dan menyantap mi instan rebus yang disajikan anggota. Orang yang biasa dipanggil 'Rambo' ini menyempatkan diri bercengkerama dengan warga di sekitar pos sekat.

"Mohon doanya kepada masyarakat Sulawesi Tengah semoga para pelaku bisa segera kita tangkap, tetapi kepolisian bersama TNI tetap mengimbau para pelaku atau DPO MIT Poso sebaiknya menyerahkan diri," ujar Didik.

Sebelumnya diberitakan operasi pengejaran terhadap kelompok MIT Poso dengan Sandi Madago Raya oleh gabungan TNI/Polri diperpanjang.

Operasi itu telah memasuki tahap III pada tahun 2021. Dalam perpanjangan operasi ini, Tim Satgas Madago Raya mendapat tambahan 192 personel Polri.

Operasi Satgas Madago Raya tahap I dimulai 1 Januari hingga 31 Maret 2021 yang sebelumnya dinamai Satgas Operasi Tinombala dibentuk untuk memburu terduga kelompok garis keras MIT pimpinan Ali Kalora yang buron.

Operasi Madago Raya diperpanjang dari 1 April hingga tiga bulan ke depan (31 Juli 2021) tahap II. DPO MIT Poso yang diburu Satgas Operasi Madago Raya (gabungan TNI-Polri) tersisa sembilan orang dari 11 orang DPO.

Dua orang DPO tewas ditembak mati dalam baku tembak pada awal 2021 dan seorang personel TNI gugur dalam peristiwa itu.

Sementara itu, informasi yang diperoleh kelompok MIT terpecah menjadi dua, yakni kelompok pimpinan Ali Kalora berjumlah 4 orang dan MIT pimpinan Qatar berjumlah 5 orang.

Kelompok Qatar diyakini yang sering meneror dan membunuh para petani di wilayah Lore, Kabupaten Poso, termasuk membunuh empat petani pada 11 Mei 2021 di Desa Kalimango. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel