Polri Dapat 'Jatah' Rp 45,6 Triliun pada 2013

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan (Asrena) Polri Irjen Pol Sulistyo Ishak mengatakan, anggaran Polri di tahun 2013 sebesar Rp 45,62 triliun. Sementara dana yang diajukan sebesar Rp 51,67 triliun.

Sulistyo juga mengaku pihaknya telah transparan dalam mengelola anggaran yang digelontorkan pemerintah setiap tahunnya dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa lembaga non kementerian.

"Anggaran yang ditetapkan di Dipa atau RKKL (rencana kerja kementerian dan lembaga), itu angka yang maksimal yang dapat digunakan. Kalau kita bisa efisiensi, kenapa tidak?" ujar Sulistyo, Jumat (25/1/2013) di Mabes Polri.

Diutarakan Sulistyo, anggaran tahun 2013 sebesar Rp 45,62 triliun dibagi dalam tiga kelompok besar seperti belanja pegawai 65,45 persen atau Rp 29,859 triliun, belanja barang (tupoksi) 19,60 persen atau Rp 8,94 triliun, dan belanja modal 14,95 persen atau 6,82 triliun.

"Alokasi anggaran dari pemerintah baru mencapai 88,1 persen dari yang diajukan sebesar Rp 51,67 triliun. Sementara, tunjangan operasional penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi sebesar Rp 250 miliar," kata Sulistyo.

Sulistyo juga mengatakan bahwa anggaran yang diberikan pemerintah dialokasikan untuk 1.206 satuan kerja.

Selanjutnya mengenai belanja modal yang dilakukan Polri bukan semata-mata hanya membeli 90 ekor anjing dan tujuh ekor kuda. Tapi untuk keperluan tugas dan pembangunan kantor polisi.

"Standar biaya umum (SBU) dan standar biaya khusus (SBK) menjadi standar penentuan harga dalam tahap awal. Harga di internet bisa menjadi dasar penentuan pembelian. Kemudian diteruskan dengan lelang," ungkap Sulistyo.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.