Polri: Densus 88 Terus Dalami Video Munarman Hadiri Baiat ISIS

Dusep Malik, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Tim Densus 88 Antiteror Polri akan mendalami video pengakuan terduga teroris yang menyebut mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman hadir saat pembaiatan ke ISIS.

"Ini semua masih didalami oleh Densus 88 terkait video tersebut, ada atau tidaknya tindak pidana itu masih menunggu proses yang dilakukan Densus 88 Antiteror," kata Rusdi di Mabes Polri pada Senin, 8 Februari 2021.

Sementara, Rusdi belum mengetahui apakah Munarman akan dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait video tersebut. Karena menurut dia, pemanggilan terhadap Munarman sepenuhnya tergantung dari Tim Densus 88 Antiteror Polri.

"Tentu yang saya katakan, bahwa Densus 88 masih mendalami perkara tersebut," ujarnya.

Menurut dia, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam hal ini Densus 88 Antiteror tidak akan menutupi kasus tersebut. "Nanti perkembangannya bagaimana, kami sampaikan," jelas dia.

Diketahui, salah satu terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang juga simpatisan Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Aulia (30 tahun) menyebutkan bahwa ada pimpinan FPI pusat yang hadir baiat massal kepada ISIS.

Hal itu dikatakannya dalam video pendek yang viral di media sosial. Dalam video itu dirinya mengatakan kalau dia ditangkap Densus 88 Antiteror Polri 6 Januari 2021. Kini dirinya ditahan di Polda Sulawesi Selatan. Hal itu buntut ikut baiat massal kepada ISIS pada 2015 silam.

"Saya berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam Abu Bakar Al Baghdadi. Saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015 saya berbaiat pada saat itu bersama dengan 100 orang simpatisan dan Laskar FPI," ucap Ahmad.

Dirinya menjelaskan, baiat massal ini dilaksanakan di markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam video itu, dia mengklaim kalau salah satu petinggi FPI Munarman juga disebutnya hadir.

Setelah baiat, Ahmad mengaku ikut proses taklim atau pengajian beberapa kali. Kegiatan pun disebutnya dihadiri oleh simpatisan FPI lain yang telah berbaiat kepada ISIS.

"Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustaz Fauzan, Ustaz Basri yang memimpin baiat pada saat itu. Dan setelah baiat saya pernah mengikuti taklim rutin FPI di Jalan Sungai Limboto sebanyak 3 kali yang mengisi acara pada saat itu, atau taklim yaitu ustad Agus dan Abdurahman selaku pemimpin Panglima FPI Kota Makassar," katanya.