Polri gelar pentas seni Nusantara Gemilang ajang bangun kebersamaan

Dalam rangka menyambut HUT Ke-76 Bhayangkara, Polri menggelar pentas seni multikultur bertajuk "Nusantara Gemilang" menjadi ajang membangun kebersamaan, dan keakraban masyarakat dari berbagai suku di Indonesia.

“Untuk menunjukkan kebersamaan, keberbauran dan keakraban ini kepada masyarakat Indonesia dan dunia," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut jenderal bintang dua itu, pentas seni ini bermakna lahirnya sebuah paduan kebersamaan dengan saling menghormati dan menyayangi serta menyeleraskan segala macam keberagaman lingkungan sosial budaya.

“Kehidupan masyarakat Indonesia yang berasal dari beragam latar belakang suku, budaya, agama, tradisi, pendidikan, ekonomi, yang merupakan anugerah bagi Bangsa Indonesia,” kata Dedi.

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu menjelaskan, kegiatan pentas ini menekankan pada karya dan kreatifitas yang berbasis seni dan budaya Indonesia, yang menjadi ciri khas daerah masing-masing, seperti tarian nusantara, grup vokal atau grup musik Nusantara, penampilan seni Nusantara dan unsur kreatifitas lain yang menarik untuk ditampilkan di atas panggung.

Baca juga: Ini capaian kinerja Polri di HUT ke-75 Bhayangkara

Baca juga: Presiden: Polri harus benahi dan perkuat manajemen kelembagaan

Para peserta yang tampil merupakan hasil seleksi setiap wilayah di Indonesia, ada 16 tim terpilih yang diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani karantina dan pembekalan persiapan menuju semifinal dan grand final.

Selama masa pembekalan peserta diajarkan etika, olah tubuh, olah vokal, olah gerak, manajemen seni pertunjukan dan sebagainya. Dari hasil sarasehan tersebut akan digarap langsung oleh Denny Malik sebagai Creative Director untuk perform malam grand final (kolaborasi karya 30 menit).

Saat malam semifinal dan grand final peserta diharapkan membawa garapan kreatifitas yang baru selain proses seleksi wilayah, ditampilkan selama 3 menit sampai 5 menit instrumen musik, dan pakaian dianjurkan untuk menunjukkan unsur keindahan dan kebudayaan tanpa menghilangkan asas kesopanan.

"Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian acara dari kegiatan Nusantara Gemilang," tutur Dedi.

Selama masa karantina peserta akan dinilai prosesnya, akan ada juara tambahan untuk perorangan dalam hal etika dan kepribadian atau juara terbaik peserta untuk persahabatan dan kepribadian.

"Kreasi 16 tim terpilih akan diunggah di saluran YouTube untuk bisa diikuti (disubscript) dan di-like oleh masyarakat, keluarga, kerabat, teman, penggemar peserta," ujar Dedi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel