Polri imbau pemudik Sumatera hindari rest area KM 57 Tol Cikampek

Memasuki puncak arus mudik tanggal 28 April esok, Polri mengimbau pemudik dari wilayah Sumatera yang akan bergerak menuju Timur Jawa agar menghindari atau tidak memasuki “rest area” KM 57 Karawang Tol Jakarta-Cikampek.

“Pemudik wilayah Sumatera yang menuju timur Jawa agar baiknya tidak masuk rest area KM 57,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Menurut Gatot, tujuan menghindari rest area KM 57 agar tidak terjadi penumpukan pemudik fasilitas layanan tol tersebut.

Berdasarkan data dari Korlantas dan Jasa Marga, pada saat puncak arus mudik kecenderungan masyarakat menggunakan rest area KM 57, sehingga jika pemudik dari Sumatera juga menggunakan lokasi yang sama, maka akan terjadi penumpukan.

“Berdasarkan data dari Korlantas Polri maupun Jasa Marga kebanyakan pemudik itu rata-rata istirahatnya di KM 57, pada hari pelaksanaan puncak arus mudik kalau tetap di situ, maka akan terjadi penumpukan,” kata Gatot.

Untuk itu, pemudik dari wilayah Sumatera disarankan untuk menggunakan rest area sebelum atau sesudah rest area KM 57.

“Kami sarankan untuk menggunakan rest area sebelum atau sesudah KM 57, terutama pada pelaksanaan mudik ini, sifatnya situasional,” kata Gatot.

Hingga H-5 ini Polri menyatakan situasi arus lalu lintas di sepanjang jalur mudik terpantau landai dan masih normal.

“Prediksi kami memang puncak arus mudik mulai Kamis besok atau Jumat mulai ada lonjakan,” kata Gatot.

Gatot mengingatkan, Polri akan memberlakukan sistem satu arah (one way) dan ganjil genap mulai Kamis (28/4) mulai 17.00 WIB sampai 24.00 WIB guna mengantisipasi kemacetan di ruas jalan tol.

Baca juga: Kapolri mengimbau masyarakat sesuaikan waktu mudik dengan ganjil genap

Baca juga: Sebanyak 30.826 kendaraan keluar dari Tol Jagorawi melalui GT Ciawi

Baca juga: Pelintas batas di PLBN Entikong wajib daftarkan IMEI handphone

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel