Polri Jamin Akan Kooperatif dengan Komnas HAM Soal Kasus Penembakan 6 Anggota FPI

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi menjamin pihaknya akan kooperatif dengan Komnas HAM terkait investigasi yang dilakukan lembaga itu soal penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI).

"Saya selaku penyidikan terkait dugaan penyerangan petugas Polri oleh FPI, saya pastikan bahwa kami tim penyidik akan selalu dan tetap akan kooperatif dengan semua pihak," kata Andi di Jakarta, Senin (21/12/2020).

Andi memaparkan, Komnas HAM baru saja selesai memeriksa tiga mobil yang terlibat dalam insiden berdarah tersebut. Menurut Andi, pemeriksaan ini sudah ketiga kalinya Polri bersikap kooperatif dengan Komnas HAM dalam kasus tersebut.

"Sebagai mana teman-teman lihat bahwa hari ini dari tim Komnas HAM sudah melakukan pemeriksaan terkait dengan barang bukti mobil dan ini menjadi momen yang ketiga kami kooperatif menghadiri permintaan atau mengikuti permintaan daripada Tim Komnas HAM baik berupa undangan untuk wawancara, termasuk juga untuk menunjukkan barang bukti, dan tentu tetap akan saya pastikan terlaksana ke depan," urainya.

Periksa Mobil Laskar

Adapun ketiga mobil yang diperiksa Komnas HAM pada hari ini adalah satu mobil milik anggota laskar, sementara dua lainnya milik petugas kepolisian yang terlibat dalam insiden itu.

"Ini mobil pelaku satu, kemudian mobil petugas ada dua. (Mobil laskar FPI) yang Chevrolet Spin," katanya.

Mengenai kondisi bagian dalam mobil, Andi enggan untuk menerangkan. Menurutnya hal itu merupakan materi penyidikan.

"Itu kan menjadi materi penyidikan, belum cocok untuk kita sampaikan ke publik, jangan nanti menjadi bahan untuk membangun narasi. Saya kira cukup ya," tutupnya.