Polri: Jenazah Brigadir J Diautopsi Ulang 27 Juli di Jambi

Merdeka.com - Merdeka.com - Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menyebutkan, tim akan melakukan autopsi ulang atau ekshumasi pada jenazah Brigadir J, Rabu (27/7). Hal ini sudah disepakati pihak keluarga.

"Saya update bahwa kemarin penyidik beserta dengan perhimpunan baru dengan dokter forensik melakukan pertemuan dengan pihak keluarga secara virtual. Karena kuasa hukum dan keluarga ada di Jambi," katanya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7).

Dalam pertemuan itu, kata Andi, menghadirkan sejumlah ahli forensik dari beberapa universitas. Hasil pertempuran disampiakan oleh para forensik.

"Kemudian sepakat untuk dilakukan ekshumasi hari Rabu di Jambi," sambungnya.

Permintaan Keluarga

Sebelumnya, keluarga meminta autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J yang tewas di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore. Keluarga melihat banyak kejanggalan dalam jasad Brigadir J.

Dalam pengajuan autopsi ulang itu, kuasa hukum dari keluarga Brigadir J meminta agar Kapolri membentuk tim independen serta melibatkan dokter-dokter dari sejumlah rumah sakit seperti dari TNI.

"Secara pasti maka kami memohon kepada Bapak Kapolri untuk membentuk tim yang membentuk independen yang melibatkan dokter-dokter yang lain, terutama bukan yang kemarin, dokter dari RSPAD, yang kedua RS Angkatan Laut, ketiga RS AD, RSCM, terus dari rumah sakit swasta," kata kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).

Ungkap Kejanggalan

Permintaan autopsi ulang itu diminta oleh pihaknya, karena pernyataan Karopenmas Polri disebutnya tak sesuai. Saat itu, Brigadir J dikatakannya tewas akibat baku tembak.

"Karena dulu penjelasan Karopenmas Polri adalah meninggalnya almarhum ini adalah tembak menembak, tetapi temuan fakta kami bukan tembak menembak seperti ada jerat tali di leher atau kawat, tangan juga hancur dipatah-patahin tangannya ini tinggal kulitnya, kemudian ada luka robek di sini, ada luka robek di kepala ada luka robek di bibir, ada luka robek jahit di hidung, ada luka robek di bawah mata," jelasnya.

"Kemudian ada luka robek di area perut, memar-memar, sampai biru kemudian di kaki kemudian di jari-jari. Itu bukan peluru, oleh karena itu supaya pasti kami memohon," sambungnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel