Polri: Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J Naik Penyidikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi resmi menaikkan status kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, naik penyidikan. Kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J naik penyidikan setelah polisi menggelar perkara tersebut pada hari ini.

"Melalui proses gelar perkara yang dilakukan sore hari ini oleh Katim Sidik Dirtipidum, jadi status laporan dari pihak pengacara keluarga Brigadir J dari penyelidikan sekarang statusnya sudah naik ke penyidikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/7).

Dedi mengatakan, naiknya status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan menunjukkan bahwa polisi telah bekerja sangat cepat dengan tetap berpegang pada kaidah pembuktian secara ilmiah.

"Ini merupakan standar operasional dalam proses penyidikan. Semuanya harus dapat dibuktikan secara ilmiah, karena apa, karena bukti-bukti ini akan diuji di persidangan," kata Dedi.

Keluarga Lapor Dugaan Pembunuhan Berencana

Laporan dugaan pembunuhan berencana Brigadir J sebelumnya dilayangkan kuasa hukum keluarga almarhum pada Senin (18/7) kemarin. Selain dugaan pembunuhan berencana, pihak kuasa hukum keluarga juga melaporkan dugaan pencurian dan peretasan handphone Brigadir J.

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP JO pembunuhan sebagaimana 338 KUHP JO penganiayaan tang menyebabkan kematian orang lain Jo pasal 351 KUHP, kemudian dugaan pencurian atau penggelapan handphone Jo pasal 372 374, kemudian dugaan tindak pidana meretas dan atau penyadapan atau tindak pidana telekomunikasi," kata kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak.

Laporan dugaan pembunuhan berencana itu setelah keluarga menemukan luka janggal pada jenazah Brigadir J.
Dalam keterangan polisi sebelumnya disebutkan bahwa Brigadir J tewas setelah baku tembak dengan sesama anggota polisi yakni Bharada E di Rumah Dinas Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri Irjen Polisi Ferdy Sambo, pada Jumat (8/7).

Jokowi Minta Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Kasus kematian Brigadir J mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan pengusutan perkara kematian Brigadir J akibat baku tembak di usut tuntas.

Menurut Jokowi, masyarakat perlu mengetahui fakta yang sebenarnya agak tidak timbul keraguan. Jokowi tidak ingin kepercayaan publik kepada Polri luntur.

"Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan. Udah," kata Jokowi di Pulau Rinca, NTT, Kamis (21/7).

Reporter: Nanda Perdana Putra [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel