Polri kerahkan 1.118 personel amankan G20 EWG dan LEMM di Bali

Polri mengerahkan 1.118 personel untuk mengamankan dua rangkaian kegiatan G20 di Bali pada Senin hingga Rabu (14/9), yaitu pertemuan Kelompok Kerja G20 tentang Tenaga Kerja (EWG) dan pertemuan tingkat menteri untuk ketenagakerjaan (LEMM).

Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, saat memimpin apel gelar pasukan pengamanan untuk dua kegiatan itu di ITDC Nusa Dua, Badung, Bali, Senin, menyampaikan ribuan personel tersebut merupakan anggota Polda Bali, Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri Jakarta, serta lembaga keamanan terkait.

"Dalam rangka pengamanan pelaksanaan rangkaian EWG dan LEMM tersebut, Polda Bali dan jajaran menggelar operasi kepolisian dengan sandi Operasi Gapura Agung X Tahun 2022. Operasi pengamanan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 12 September sampai dengan 15 September 2022," kata Putu Jayan di Bali, Senin.

Pertemuan ke-6 G20 Employment Working Group (EWG) berlangsung pada Senin dan Selasa (13/9), kemudian G2- Labor and Employment Ministers Meeting (LEMM) digelar pada Selasa (13/9) dan Rabu (14/9). Kedua pertemuan rangkaian KTT G20 itu terpusat di Ayana Resort Bali, Jimbaran, Badung, Bali.

Baca juga: EWG G20 susun strategi keahlian respons perubahan dunia kerja

Pertemuan EWG dihadiri oleh 20 pejabat senior negara anggota G20, empat pejabat senior dari empat negara permanent observer G20, dan dua pejabat senior dari dua organisasi internasional.

"Sedangkan pertemuan LEMM akan dihadiri oleh 20 menteri tenaga kerja dari 20 negara anggota G20, empat menteri tenaga kerja dari empat negara permanent observer G20, lima menteri tenaga kerja dari lima negara ketua forum regional, tujuh pemimpin organisasi internasional, dan lima ketua G20 engagement group," jelas Putu.

Guna memastikan kesiapan pengamanan saat kegiatan G20 EWG dan LEMM tersebut, Putu mengecek langsung para personel yang bertugas dan alat-alat penunjang keamanan saat gelar pasukan. Dia juga memberikan instruksi khusus kepada para personel yang bertugas mengawal para delegasi.

"Apel pasukan ini merupakan proses manajerial yang dilaksanakan untuk melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana yang akan diterjunkan ke lapangan," tambahnya.

Baca juga: EWG G20 rumuskan prinsip pelindungan pekerja yang lebih adaptif

Apel gelar pasukan juga menjadi kesempatan bagi seluruh personel untuk menyamakan persepsi, terutama mengenai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian dan tata cara bertindak sesuai rencana operasi. Dalam kesempatan yang sama, Putu juga mengingatkan jajarannya agar tidak meremehkan potensi ancaman yang ada.

"Jangan pernah underestimate (meremehkan) perkembangan situasi yang ada," ujarnya.

Dia meminta satuan tugas intelijen memperkuat deteksi terhadap potensi ancaman yang mungkin terjadi, misalnya terorisme. Dia juga meminta jajarannya memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia di Posko 91 Command Center ITDC Nusa Dua dan Command Center Polda Bali saat bertugas mengamankan rangkaian kegiatan G20.

Baca juga: RI targetkan deklarasi disepakati dalam pertemuan para menaker G20