Polri Kerahkan Mobil Canggih untuk Mengawal Ridwan Kamil

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmi mengganti mobil dinasnya yang masih memakai mesin konvensional, dengan Hyundai Ioniq. Keistimewaan dari kendaraan ini adalah digerakkan oleh energi listrik.

Ada dua unit Ioniq yang diserahkan oleh Hyundai Indonesia ke Pemerintah Provinsi Jabar, dan satu unit Hyundai Kona EV (Electric Vehicle).

Presiden Direktur Hyundai Motors Indonesia, SungJong Ha mengatakan, pemilihan Ioniq dan Kona Electric menjadi mobil dinas menjadi pencapaian luar biasa, mengingat kedua produk tersebut baru meluncur di Indonesia pada November 2020.

Sementara itu, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pemilihan mobil listrik sebagai kendaraan dinas dilakukan, sebagai upaya Pemprov untuk mengajak warga Jabar beralih ke model yang lebih ramah lingkungan.

“Saya sangat mengapresiasi serta mendukung inovasi berbasis teknologi khususnya mobil listrik dari Hyundai," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Berdasarkan informasi yang ada di laman Instagram @prosignal_indonesia, dikutip VIVA Otomotif Kamis 28 Januari 2021, ternyata unit Kona EV bakal dijadikan sebagai kendaraan pengawal Ioniq yang digunakan oleh Kang Emil.

Dalam foto yang dipajang, tampak Kona EV dibalut dengan stiker standar Polri untuk kendaraan Patroli dan Pengawalan atau Patwal.

Perubahan lainnya ada di bagian atas, di mana terdapat lampu strobo berwarna biru yang dipakai sebagai tanda isyarat bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan dinas Polri yang sedang menjalankan tugas.

“Tahap Uji Coba Hyundai Kona EV untuk menjadi kendaraan dinas (PATWAL) Gubernur Jawa Barat,” tulis pemilik akun.

Sebagai informasi, Hyundai Kona EV dibekali baterai berkapasitas 39,2 kWh, yang bisa dipakai untuk menempuh jarak 345 kilometer. Waktu pengecasannya hanya 54 menit, jika memakai sistem fast charging di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.

Saat ini Hyundai Kona EV ditawarkan dalam empat pilihan warna, dengan banderol Rp674 jutaan sudah termasuk pajak dan bea balik nama.