Polri: Komnas HAM Harus Lihat Korban Bom

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengatakan bahwa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM harus melihat korban dan keluarga dari ledakan bom yang dilakukan oleh teroris.

"Komnas HAM juga harus melihat korban dan keluarga korban ledakan bom dan kita melakukan ini untuk melindungi masyarakat banyak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius di Jakarta, Rabu.

Ia mengungkapkan hal tersebut terkait penyataan ketua tim penanganan tindak terorisme Komnas HAM Siane Indriani yang menilai penanganan tindak pidana terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, sangatlah berlebihan. Selain itu, cara menangkap terduga teroris Khalid Tumbigo yang ditembak mati sangatlah tidak manusiawi.

Menurutnya, Khalid ditembak di area umum, di sebuah sekolah dasar yang saat itu sudah ada siswa yang sedang menyapu. Mereka secara tidak sengaja ikut menjadi saksi kejadian, sehingga menyebabkan trauma yang luar biasa pada saksi yang masih anak-anak.

"Waktu bom Bali pertama meledak polisi bekerja luas biasa dan diminta segera mengungkapnya, karena bisa dibayangkan banyaknya korban yang meninggal dan kita akan membuka apakah memang penanganan kami tidak prosedural," kata Suhardi.

Kadiv Humas menambahkan bahwa terkait hal tersebut Komnas HAM belum pernah berkomunikasi dengan polisi, dan diharapkan masalah tersebut diselesaikan secara baik-baik.

"Sekarang masyarakat meminta agar tidak ada ledakan, Densus sudah berhasil melakukannya. Mari kita komunikasikan dengan baik dan kita juga punya tim," kata Suhardi.

Suhardi menegaskan bila memang ada kesalahan prosedural, akan ada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) yan memeriksa bila ada temuan-temuan semacam itu, katanya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.