Polri Koordinasi dengan Kominfo Dalami Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya

·Bacaan 2 menit
Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah). (foto: dokumentasi Humas Polri)

Liputan6.com, Jakarta - Polri mendalami viralnya video parodi lagu Indonesia Raya yang berisi hinaan dan diduga dibuat oleh Warga Negara Malaysia. Pihak kepolisian pun berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait penanganan kasus tersebut.

"Kita sebagai Bangsa Indonesia, kita punya nasionalisme yang tinggi, dan kemudian penyidik dalam hal ini Siber Bareskrim tentunya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan instansi terkait," tutur Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2020).

Menurut Argo, penyidik pastinya menelusuri lokasi atau locus delicti atas perkara tersebut. Penyelidikan masih dilakukan hingga nantinya mempertimbangkan perlu tidaknya pembuatan laporan atas kasus parodi lagu Indonesia Raya itu.

"Ini bagian dari cybercrime dalam menangani kasus lagu kebangsaan kita yang diplesetkan yang kurang baik," jelas dia.

Argo belum merinci sejauh mana penanganan yang telah dilakukan pihak kepolisian. Termasuk upaya klarifikasi hingga ke Kedutaan Besar Malaysia.

"Pada prinsipnya Polri tetap melakukan penyelidikan berkaitan dengan lagu Indonesia Raya yang diplesetkan itu dan Polri tidak bisa berdiri sendiri, tentunya kita ada beberapa Kementerian yang kita harus lakukan koordinasi, sehingga nanti kalau kita sudah koordinasi dengan intensif setiap langkahnya nanti kita akan sampaikan," Argo menandaskan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Malaysia Sedang Investigasi

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan, kepolisian Malaysia tengah melakukan investigasi terkait video yang beredar di media sosial yang mendiskreditkan Republik Indonesia. Video tersebut berisi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang liriknya diubah dengan kata-kata provokatif.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, investigasi pelecehan lagu Indonesia Raya itu dilakukan kepolisian Malaysia sejak Sabtu 26 Desember 2020.

"Berdasarkan laporan KBRI KL, pihak kepolisian Malaysia sedang melakukan investigasi hal ini. (Investigasi) kemarin," ujar Teuku kepada merdeka.com, Minggu 27 Desember 2020.

Teuku tidak berkomentar banyak terkait lokasi pembuatan konten video parodi Lagu Indonesia Raya yang diduga dari Malaysia itu.

"Kita tunggu hasil investigasi ya," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: