Polri: Massa yang hakimi Kapolsek hingga tewas harus dihukum

MERDEKA.COM. Aparat kepolisian masih memburu warga yang mengeroyok Kapolsek Dolok Pardamean Polres Simalungun, AKP A Siahaan hingga tewas. Siahaan tewas dengan luka bekas tusukan di tubuh dan kepalanya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius mengatakan, polisi akan mengambil langkah tegas terhadap para pelaku. Hal ini harus dilakukan agar kejadian yang menimpa Siahaan tak terulang kembali.

"Kita sedang mencari siapa yang memprovokasi. Kita pakai jalur hukum. Masalahnya nyawa, siapa bertanggung jawab harus diproses," kata Suhardi kepada merdeka.com, Kamis (28/3).

Menurut Suhardi, saat melakukan penggerebekan lokasi judi KIM, Siahaan 3 anggotanya, menggunakan 1 unit mobil. Namun tidak terduga, istri salah seorang pelaku malah meneriakinya maling.

Bersama 3 anak buahnya, Siahaan berusaha kabur menggunakan mobilnya. Malangnya, mobil itu terperosok ke parit di Desa Buntu Bayu Pane Raja. AKP A Siahaan terjebak dan langsung jadi bulan-bulanan warga, sedangkan tiga anggotanya berhasil menyelamatkan diri.

"Tidak bisa minta bantuan karena dua jam ke polsek dari situ," kata Suhardi.

Sampai saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi mata dan memburu para pelaku. "Pelaku belum ada yang diamankan, masih dicek," tandasnya. 
 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.