Polri Persilakan Keluarga Brigadir J Ajukan Autopsi Ulang

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri mempersilakan keluarga Brigadir J mengajukan autopsi ulang. Brigadir J, anak buah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tewas ditembak sesama anggota polisi pada Jumat (8/7) lalu.

Keluarga meminta autopsi ulang karena menduga banyak kejanggalan atas kematian Brigadir J.

"Betul (Polri mempersilakan). Jadi komunikasi dengan penyidik, penyidik terbuka dan mempersilahkan dari pihak pengacara, pihak keluarga untuk melakukan atau mengajukan ekshumasi tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (19/7).

Dia menjelaskan, nantinya akan dilakukan penggalian pusara Brigadir J demi keadilan. Ekshumasi itu juga hanya boleh dilakukan oleh pihak berwenang yaitu penyidik.

"Karena ini menyangkut masalah autopsi ulang atau ekshumasi tersebut, orang expert yang harus melakukan. Dalam hal ini siapa? Dalam hal ini adalah kedokteran forensik. Kedokteran Forensik Polri tentunya tidak boleh sendiri, kami juga menghire dari pihak luar, dalam rangka untuk apa? Untuk betul-betul hasilnya itu sahih dan bisa dipertanggungjawabkan dari sisi keilmuan dan dari semua metode sesuai dengan standar Internasional," jelasnya.

"Ekshumasi mayat atau ekshumasi itu ada standar Internasionalnya dan itu akan diaudit. Karena itu sesuai standar kode etik dan profesi," sambungnya.

Dia menegaskan, bila kuasa hukum keluarga Brigadir J akan mengajukan ekshumasi tersebut, penyidik yang menangani perkara itu nantinya akan terbuka. Hal ini sesuai dengan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Sesuai komitmen bapak kapolri bahwa proses penyidikan ini akan dilakukan seterbuka mungkin, setransparan mungkin, dan proses penyidikan harus memenuhi kaidah-kaidah scientific crime investigastion, itu hal yang harus dilakukan," tegasnya.

Keluarga Minta Ulang Autopsi Brigadir J

Kuasa hukum Brigadir J, Kamarudin Simanjutak laporan dugaan penganiayaan dan pembunuhan berencana ke Bareskrim. Selain itu, Kamarudin menduga adanya kecurigaan selama proses autopsi Brigadir J.

"Informasinya kita dapat dari media sudah diautopsi, tetapi apakah autopsi benar atau tidak karena ada dugaan di bawah kontrol atau pengaruh kita tidak tahu kebenarannya," ujarnya di Bareskrim, Senin (18/7).

Dia juga mengatakan, jenazah Brigadir J perlu diautopsi ulang agar menemukan titik terang dari penyebab kematian korban.

"Jangan-jangan jeroannya pun sudah tidak ada di dalam, kita tidak tahu makanya perlu autopsi ulang sama visum repetrum ulang," katanya.

Kamarudin mengungkapkan banyak luka di tubuh Brigadir J yang terasa janggal. Alasannya, banyak luka yang diduga bukan berasal dari tembakan.

"Ada juga pengrusakan di bawah mata atau penganiayaan, di leher ada sayatan lagi kemudian di bahu sebelah kanan kemudian ada memar-memar di perut kanan kiri kemudian ada juga perusakan jari atau jari manis kemudian ada juga perusakan di kaki atau semacam sayatan-sayatan," ungkapnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel