Polri Prediksi Puncak Arus Mudik pada Jumat dan Sabtu, Rest Area akan Buka-Tutup

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri terus melakukan pemantauan dan juga evaluasi arus mudik 2022 guna memberikan keamanan dan kelancaran. Saat ini telah diterapkan pemberlakuan sistem satu arah, buka tutup, dan juga ganjil genap (gage) di beberapa ruas jalan tol.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, prediksi puncak arus mudik hari ini dan esok hari. Mengingat, sejak hari ini para pekerja sudah mulai libur.

"Kita perkirakan nanti arus mudik bisa ini atau lusa. Namun kita sudah antisipasi himbauan kepada para pengemudi dan jauh hari kita sampaikan termasuk kita berlakukan buka tutup di beberapa rest area, di mana ketika rest area sudah padat kendaraan maka rest area kita tutup untuk beberapa, saat setelah cair baru kita buka kembali," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (29/4).

"Kita akan lihat nanti ya. Tetapi kita prediksi sampai pukul 24.00 WIB, kita berlakukan tetap sampai one way 24.00 WIB, setelah 24.00 WIB kita berlakukan dua arah lagi," sambungnya saat ditanyakan apabila masih terjadi kepadatan.

Arus mudik di kawasan Merak, Ramdhan mengaku, hingga kini belum diberlakukan ganjil genap. Meskipun antrean kendaraan terjadi menjelang keluar Tol Merak yang mencapai 4 kilometer dari gerbang Tol. Polri pun akhirnya melakukan rekayasa arus lalu lintas.

"Sejauh ini kita belum memberlakukan one way untuk ke arah Merak," katanya.

Tak hanya itu, Ramadhan mengakui, jalur Alteri pun terlihat padat. Namun ia mengklaim situasi masih dapat diatasi.

"Laporan dari wilayah di Arteri juga padat kendaraan termasuk adanya kendaraan roda dua. Namun sampai sejauh ini masih bisa kita kendalikan. Jadi arus lalu lintas ramai karena pengemudi kendaraan baik roda empat dan roda dua maupun kendaraan umum banyak. Namun sampai saat ini masih dapat terkendali," pungkasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel